Usai Kasus KIPI Seperti Stroke, Thailand Tetap Pakai Sinovac


Kamis, 22 April 2021 - 10:56:20 WIB
Usai Kasus KIPI Seperti Stroke, Thailand Tetap Pakai Sinovac Ilustrasi

BANGKOK, HARIANHALUAN.COM -- Meski ada enam laporan efek samping tak biasa, namun Thailand akan terus menggunakan vaksin Covid-19 asal China Sinovac. Efek samping tersebut seperti stroke di kalangan penerima vaksin, menurut pakar pemerintah dikutip Kamis (22/4).

Enam petugas medis di Provinsi Rayong di timur Bangkok, yang divaksin awal April ini mengalami gejala serupa dengan penderita stroke, kata panel pakar. Gejala-gejala yang dialami tersebut, kata panel, termasuk perasaan mengantuk dan mati rasa di anggota badan.

Baca Juga : Waspada! Krisis Covid-19 India Menjalar ke Tetangga, Asia Selatan Dibayangi Bencana

Mereka pulih usai diberikan pengobatan stroke. Pembekuan darah juga tidak ditemukan.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya fokus global terhadap tingkat kemanjuran dan kemungkinan efek samping dari berbagai vaksin Covid-19. Serta penghentian sementara penggunaan vaksin di sejumlah negara, seperti laporan kasus pembekuan darah di kalangan penerima vaksin.

Baca Juga : Arab Saudi Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji Tahun Ini

Sinovac belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Thailand telah menerima dua juta dosis vaksin CoronaVac asal China, yang telah diberikan pada lebih dari 600 ribu orang secara nasional. Pemerintah juga telah memesan 1,5 juta dosis tambahan yang dijadwalkan akan segera tiba.

Pakar belum dapat memastikan apa yang menjadi penyebab gejala tersebut, yang mereka yakini mungkin terkait dengan sistem saraf dan tidak fatal, kata Kulkanya Chokephaibulkit dari Rumah Sakit Siriraj Bangkok. Pemindaian otak dari keenam perempuan petugas medis itu menunjukkan hasil normal yang tidak menunjukkan adanya stroke, dan tidak ditemukan ketidakberesan pada pengiriman vaksin tempat enam dosis berasal, kata Kulkanya.

Dosis dari pengiriman yang sama didistribusikan ke provinsi lain dan lebih dari 300 ribu orang mungkin telah menerima dosis tersebut, lanjutnya. "Panel sepakat bahwa kami dapat terus menggunakan pengiriman vaksin ini sebab manfaat vaksin lebih besar ketimbang efek sementara, yang dapat terjadi," terang Kulkanya.

Menurutnya, tidak ada efek seperti itu yang dilaporkan sebelumnya di Thailand atau negara lain. Insiden tersebut tidak akan mengubah rencana Thailand untuk memulai vaksinasi massal mulai Juni, kata Taweesap Siraprapasiri dari Departemen Pengendalian Penyakit.

"Efek samping dapat dipantau dan tidak di luar dari apa yang bisa kami prediksikan," kata Taweesap, dilansir Republika dari Reuters. (*)
 

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : Republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]