Pasa Pabukoan Masjid Tablighiyah Garegeh, Bangkitkan Gairah Ekonomi Masyarakat


Kamis, 22 April 2021 - 22:27:18 WIB
Pasa Pabukoan Masjid Tablighiyah Garegeh, Bangkitkan Gairah Ekonomi  Masyarakat Geliat ekonomi warga di Pasa Pabukoan Masjid Tablighiyah Garegeh, Bukittinggi. (Ist-Harianhaluan.com)

BUKITTINGGI,HARIANHALUAN.COM-Ditengah keterpurukan Ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19, telah tumbuh kegairan dan geliat ekonomi warga. Ini memang  bukan aktivitas ekonomi  di Masjid Jogokarian Yogyakarta yang tersohor itu,  melainkan di Pasa Pabukoan pada kawasan samping pelataran Masjid Tablighiyah Garegeh, Kota Bukittinggi, Sumbar.

Masjid Tablighiyah berasal dari sebuah surau kecil yang kemudian di tahun 1963 dikarenakan tidak lagi memadai menampung jamaah maka dilakukan  pembangunan Masjid Tablighiyah. Masjid ini melaksanakan  Jumat pertama pada 7 November 1969. Pada zamannya, masjid ini cukup fenomenal karena beberapa kali dikunjungi oleh tokoh nasional seperti Buya Hamka, Wakil Presiden Muhammad Hatta. 

Baca Juga : Masih Pandemi, Perpustakaan St Moh Rasyid Pariaman Terapkan Protokol Kesehatan

Sekitar sejak tahun 2000-an masjid Tablihiyah berdasarkan inisiatif masyarakat bersama tokoh masyarakat  kala itu disepakatilah membuat lokasi pasa pabukoan persis di samping masjid Tablighiyah.

Pasa Pabukoan Tablighiyah Garegeh ini sangatlah fenomenal di kota Bukittinggi, lapak pedagang jauh-jauh hari sebelum Ramadhan  sudah penuh dipesan, berbagai macam menu makanan disajikan para pedagang.

Baca Juga : Workshop Protokol untuk Sespri, Ajudan dan Teknisi Lapangan Padang Pariaman Resmi Dibuka

Alhamdulillah keadaan ini konsisten sejak tahun 2000 - 2019  Pasa Pabukoan Tablihiyah pernah terhenti di tahun 2018  dan 2019 karena dilokasinya sedang dibangun Masjid Tablighiyah Garegeh yang baru.

Alhamdulillah menjelang Ramadhan 1442 H ini, telah dibeli sebidang tanah sebagai perluasan Masjid Tablighiyah Garegeh, sementara waktu dilokasi tersebut digelar pasar Pabukoan. 

Namun kita akui saja, situasi saat ini memang kurang mengairahkan karena didera pandemi Covid 19, kendati begitu,  Alhamdulillah pasa Pabukoan masih cukup ramai dikunjungi masyarakat. 

Yang jelas saat ini Masjid Tablighiyah telah kembali mengupayakan digelarnya pasa Pabukoan, hal ini harus dilakukan karena PASA PABUKOAN ini sangat berdampak secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, khususnya para pedagang. 

Drs  H. Afdhal Tuanku Sampono selaku ketua Masjid Tablighiyah yang mengkoordinasikan Pasa Pabukoan, menyampaikan harga sewa yang ditetapkan mulai dariRp 300.000 - 500.000, ini sudah  termasuk biaya kebersihan, harga ini sangat terjangkau bagi pedagang apalagi semua pembeli tidak dikenakan biaya parkir.

Sementara kitu,  ketua Pasa Pabukoan Tablighiyah Garegeh  Herman didampingi panitia Firdaus Malin Barbanso menyampaikan, meskipun kondisi ekonomi saat ini sedang lesu, setidaknya kita sudah berusaha membangkitkan gairah ekonomi  umat.

"Alhamdulillah di beberapa hari ini kita lihat para pembeli cukup ramai. Semoga di tahun mendatang pengurus dan panitia pembangunan kembali menyediakan lokasi pasa Pabukoan ini," harapnya. 

Dedi Fatria Dt Mangkuto Sutan ketua Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh, menyatakan cukup berbahagia karena  tahun ini dapat kembali mengelar Pasa Pabukoan  yang selama ini sudah ada lebih kurang dua puluh tahun,  tentu ada beban tersendiri jika tidak dilaksanakan. 

"Alhamdulillah sudah dibeli tanah sebagai lokasi perluasan Masjid yang posisinya berdampingan juga dengan tanah aset nagari KAN KOTO SELAYAN, setelah kita mendapatkan izin dari KAN luas area pasa Pabukoan sekitar 350 meter," jelasnya.

InsyaAllah pasa Pabukoan ini, ungkap Dedi Fatria,  akan tetap dilanjutkan pada masa yang akan datang. Untuk itu diharpakan  seluruh pihak mendukung baik niniak mamak, pengurus masjid, Tokoh-tokoh masyarakat. 

"Karena MTG  (Masjid Tablighiyah Garegeh) ) kita harapkan tidak hanya sebagai sarana ibadah, namun juga berfungsi sebagai penguatan ekonomi masyarakat," kata Dedi.

"Karena kehadiran MTG harus bermanfaat dalam banyak aspek. Saran Ibadah, sarana pendidikan keagamaan, sarana wisata reliji, sarana kesehatan dan sarana penguatan Ekonomi masyarakat. Kita mohon doa dan dukungan semua masyarakat," ujar Dedi. (*)

Reporter : Rls | Editor : Dodi | Sumber : Rls
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]