Berkolusi dengan Penyidik KPK, Jamiluddin Ritonga: Azis Syamsuddin Telah Permalukan DPR 


Jumat, 23 April 2021 - 11:29:53 WIB
Berkolusi dengan Penyidik KPK, Jamiluddin Ritonga: Azis Syamsuddin Telah Permalukan DPR  Jamiluddin Ritonga: Azis Syamsuddin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pakar komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menilai perilaku Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sangat tidak terpuji karena meminta penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk tidak menindaklanjuti dugaan korupsi Wali Kota Tangjungbalai M. Syahrial.

"Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, permintaan itu disampaikan Azis kepada Stepanus di rumah dinasnya pada Oktober 2020. Sebagai Wakil Ketua DPR RI, perilaku Azis tentu sangat tidak beretika. Ia sudah mengabaikan sumpah jabatan dan kode etik sebagai Anggota DPR RI," kata Jamil, di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga : Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Dedi Mulyadi: Ganti Saja Jadi Wisata Religi

Menurut pengajar Universitas Esa Unggul itu, Azis Syamsuddin juga sudah berupaya berkolusi bersama penyidik KPK dengan maksud untuk menghalang-halangi penyidikan tindak korupsi. 

"Tindakannya ini selain sudah mempermalukan lembaga DPR RI, juga telah memandulkan fungsi pengawasan DPR RI. Bagaimana mungkin DPR akan melakukan fungsi pengawasan kalau ia berkolusi dengan pihak yang diawasi?" tegas Jamil.

Baca Juga : Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, Indonesia Lakukan Upaya Maksimal di Semua Lini

Karena itu menurut Jamil, perbuatan Azis selain terkait etika profesi sebagai anggota DPR RI, juga menyentuh pidana tindak korupsi. Azis, secara langsung maupun tidak langsung telah menghalang-halangi penegak hukum untuk melaksanakan tugasnya.

Atas dasar itu, Jamil mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) selayaknya memproses kasus Azis tersebut secepatnya. MKD dapat melihat kasus ini sebagai perbuatan tidak terpuji yang selain mempermalukan Azis sebagai anggota DPR RI juga merusak martabat lembaga DPR RI.

"MKD haruslah taat azas melihat kasus pelanggaran etika yang dilakukan Azis. Hanya dengan begitu marwah DPR RI dapat dijaga," kata mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

Kepada lembaga penegak hukum, Jamil memintanya untuk memproses kasus tersebut dari sisi pidananya. Para penegak hukum juga harus taat azas melihatkan kasus Azis semata dari sisi pidana. Semoga penegak hukum tak silau dengan jabatan Azis.

Reporter : Sam | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]