Sejahterakan Petani Ikan di Pasaman, Diskan-BUMNag akan Menjalin MoU


Jumat, 23 April 2021 - 13:52:42 WIB
Sejahterakan Petani Ikan di Pasaman, Diskan-BUMNag akan Menjalin MoU Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman. (Foto: ANTARA)

LUBUK SIKAPING, HARIANHALUAN.COM -- Berbagai upaya tengah digalakkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan petani ikan di daerah itu. Salah satunya menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). 

Lewat MoU tersebut, nantinya Dinas Perikanan akan menggandeng BUMNag untuk penyediaan pakan ikan murah bagi pembudidaya ikan serta memfasilitasi BUMNag dengan mesin pengolahan pakan mandiri. 

Baca Juga : Berpulang ke Rahmatullah di Momen Lebaran Karena Covid-19, Berikut Perjalanan Karir Amri Darwis

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di harianhaluan.com

"Tiap BUMNag, diharapkan melaksanakan MoU dengan Diskan terkait penyediaan Pakan Pabrik maupun Pakan Alami," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman, M. Dwi Richie,S.Pi,M.Si kepada harianhaluan.com, di kantornya, Jumat. 

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

"Selanjutnya kita (Diskan) juga melaksanakan MoU dengan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Subang KKP RI dalam hal pengembangan calon induk unggul dan Kampung Perikanan Budidaya," sambungnya. 

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di harianhaluan.com

Menurut Richie, menjalin kerjasama dengan BUMNag memiliki banyak manfaat dan strategis. Upaya tersebut, kata dia, merupakan langkah tepat untuk memutus mata rantai dan ketergantungan petani ikan terhadap toke. 

"Kita berharap, lewat BUMNag, nanti harga pakan bisa lebih rendah dari harga toke. BUMNag, juga diharapkan bisa mengintervensi harga ikan sehingga lebih menguntungkan petani pembudidaya," ujarnya. 

Program dan kebijakan itu, kata Richie, sejalan dengan rencana BRPI KKP menjadikan Pasaman sebagai sentra produksi ikan air tawar terbesar di Sumatera dengan komoditas ikan mas.

"Alhamdulillah, kini kita sudah punya pabrik pengolahan pakan ikan mandiri. Ini dikelola oleh UPR Khatulistiwa di Ganggo Hilir, Bonjol. Produksinya bisa mencapai 500 kilogram perhari. Mesin pakan mini ini dibantu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui dana APBN tahun 2020," kata Richie. 

Untuk sementara, kata Richie, pengolahan pakan ikan mandiri tersebut harus dihentikan, karena terkendala pada bahan baku yang perlu didatangkan dari luar daerah. 

"Saya optimis, jika tiap BUMNag sudah memiliki mesin pengolahan pakan, ketergantungan pembudidaya terhadap toke akan berkurang, sehingga harga ikan akan meningkat dan pendapatan petani pun bertambah," pungkasnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]