Kenapa 117 WN India Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Penjelasan Imigrasi Soetta


Jumat, 23 April 2021 - 15:39:24 WIB
Kenapa 117 WN India Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Penjelasan Imigrasi Soetta Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 117 WN India masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan menumpangi pesawat AirAsia QZ988. Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta, Romi Yudianto, menjelaskan alasan mengapa warga negara (WN) India bisa masuk ke Indonesia. Romi mengatakan salah satunya karena WN India itu lolos pemeriksaan kesehatan dan memiliki dokumen imigrasi lengkap.

"Mereka yang datang itu pertama kali itu harus diperiksa oleh kantor kesehatan pelabuhan di Bandara Soetta. Nah, bilamana mereka memenuhi persyaratan dan sudah layak, dan sudah dinyatakan mereka sehat, bebas dari COVID, maka langsung ke counter imigrasi, itu alurnya," jelas Romi saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga : Arus Balik, Pemudik Siap-siap Dibawa ke RSD Wisma Atlet jika Reakif Covid-19

Setelah lolos di pemeriksaan kesehatan, dokumen imigrasi mereka dicek jika sesuai mereka bisa keluar dari counter imigrasi itu. Kemudian WN India itu dikarantina selama 5 hari dan diperiksa lagi kesehatannya seperti tes PCR/swab.

"Setelah melalui counter imigrasi mereka akan diperiksa oleh gugus tugas di bandara akan dilakukan karantina selama 5 hari, dikarantina juga akan diberikan PCR/swab oleh petugas kesehatan di sana," jelasnya.

Baca Juga : Di Indonesia, Donasi untuk Palestina Terkumpul Rp 5 Miliar dalam 2 Hari

Romi juga mengungkapkan data WN India yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta. Per 21 April kemarin, Romi mengatakan 117 WN India datang di Bandara Soetta menumpangi pesawat AirAsia QZ988.

"Menurut data keimigrasian dari data digital, dilihat dari manifesnya ada 127 orang penumpang, 117 WN India, 2 orang Indonesia, dan 8 kru juga WNI," jelas Romi.

Sebelumnya, Romi juga menjelaskan status 117 WN India itu macam-macam. Menurutnya, sebagian dari mereka ada yang sudah mendapat izin tinggal tetap di Indonesia. Dia juga mengatakan mereka juga menunjukkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap).

"Jadi macam-macam ada yang sudah permanen resident di sini, pekerja di sini, ada juga dosen uji di sini. Ada, ada (Kitas/Kitap) sudah memenuhi persyaratan untuk dokumen keimigrasian," jelas Romi saat dihubungi, Jumat (23/4).

Dia juga menegaskan, mereka yang lolos keluar dari Bandara adalah orang yang sudah memenuhi persyaratan. "Begitu landing, mereka diperiksa dulu oleh kesehatan dari kantor kesehatan pelabuhan. Setelah mereka memenuhi persyaratan masuk ke Indonesia, sehat, baru ke Imigrasi untuk dilakukan dokumen keimigrasian, setelah dicek, dan memenuhi persyaratan mereka keluar dari Imigrasi," tambahnya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]