Larangan Mudik Diperluas, Istana: Belajar dari Kasus Covid-19 di India


Jumat, 23 April 2021 - 15:55:27 WIB
Larangan Mudik Diperluas, Istana: Belajar dari Kasus Covid-19 di India Fadjroel Rachman

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Situasi pandemi Covid-19 di India dijadikan sebagai pelajaran penting bagi pemerintah, terutama dalam mengambil suatu kebijakan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman merespons keputusan pemerintah menerbitkan addendum atau aturan tambahan terhadap Surat Edaran (SE) 13/2021 yang melarang mudik lebaran pada periode 6-17 Mei 2021.

Baca Juga : Arus Balik, Pemudik Siap-siap Dibawa ke RSD Wisma Atlet jika Reakif Covid-19

"Pemerintah belajar dari kasus India yang mengalami masa Covid-19 periode kedua," kata Fadjroel dalam tanya jawab yang ditayangkan di laman media sosial Instagram @fadjroelrachman, Jumat (23/4/2021), dikutip dari CNBC Indonesia.

"Bayangkan, dalam satu hari di India mengalami kenaikan kasus 295.041 dan kematian sebanyak 2.022 dalam satu hari saja," jelasnya.

Baca Juga : Di Indonesia, Donasi untuk Palestina Terkumpul Rp 5 Miliar dalam 2 Hari

Sebagai informasi, pengetatan aturan perjalanan dibagi dalam tiga tahap. Pertama, berlaku 14 hari sebelum larangan mudik yakni 22 April hingga 5 Mei 2021 mendatang.

Tahap kedua adalah larangan mudik pada 6-17 Mei. Kemudian, tahapan ketiga pengetatan perjalanan antar daerah pada periode 18-24 Mei alias H+7 setelah masa larangan mudik.

"Jadi pemerintah belajar dari kasus India sekarang. Itulah kenapa pemerintah mengambil keputusan ada pra pengetatan, ada pelarangan 6-17 Mei, lalu ada pascapengetatan," katanya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]