Tidak Ada yang Berubah dari Sosok Buya Mahyeldi


Senin, 26 April 2021 - 20:23:08 WIB
Tidak Ada yang Berubah dari Sosok Buya Mahyeldi

SEJAK  dilantik 25 Februari 2021 lalu, resmi sudah Buya Mahyeldi menjadi Gubernur Sumbar. Dari pelantikan sampai saat ini tidak ada yang berbuah dari sosok Buya Mahyeldi.

Oleh: Reido Deskumar  (Ketua Gema Keadilan Sumbar) 

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Ya, apa yang sudah menjadi kharakternya, terus hidup dan mengalir apa adanya. Tidak direkayasa apalagi didisain, seolah-olah wow di mata masyarakat. 

Keserdehanaan, kedekatan dengan masyarakat serta jiwa religius yang dimiliki bukan muncul secara tiba-tiba saat beliau jadi walikota, wakil walikota atau gubernur. Jauh sebelum itu, kharakter tersebut sudah ada pada dirinya. Sehingga saat menjadi kepada daerah, tinggal menjalani saja. 

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Coba liat apa yang sudah dilakukan Buya Mahyeldi selama ini sampai menjadi Gubernur Sumbar. Walaupun sibuk mengurus pemerintahan, jiwanya tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat apalagi dengan masjid. Di Bulan Ramadhan, setiap malam mengunjungi masjid silih berganti dari satu daerah ke daerah lain. Malam ini di Solok, malam besok sudah berada di Pasaman. Besok harinya sudah ke daerah lain. Dalam aktivitasnya masjid bukan hanya sekedar dikunjungi, akan tetapi Buya Mahyeldi menghadirkan diri sebagai imam sholat dan memberikan ceramah agama. Bahkan terkadang jika esoknya ada kegiatan didaerah tersebut, Buya Mahyeldi  akan tidur di Masjid. 

Apalagi kedekatan Buya Mahyeldi dengan masyarakat, tidak usah diragukan lagi. Dalam Bulan Ramadhan ini, Buya Mahyeldi selalu mengadakan Program Singgah Sahur yang ditujukan kepada warga yang kurang mampu. Kalau tidak salah program ini sudah berjalan sejak tahun 2014, sampai sekarang masih konsisten dijalankan. Program Singgah Sahur bersamaan dengan bantuan bedah rumah. Biasanya setelah sahur Buya Mahyeldi memberikan bantuan bedah rumah, agar rumah warga bisa permanen dan layak huni. 

Aktivitas yang dilakukan Buya Mahyeldi begitu tulus dan memang muncul dari dirinya. Kalau Bahasa anak muda itulah passion Buya Mahyeldi. Setiap hari tidak pernah lelah, tak kenal jarak dan kenal waktu mengunjungi masyarakat dari satu daerah ke daerah lain. 

Apa yang telah dilakukan Buya Mahyeldi menjadi inspirasi bagi semua. Kedudukan dan pangkat tidak menjauhkan diri dari agama dan menjadikanya sombong. Malah sebaliknya, dengan jabatan semakin mendekatkan diri dengan sang pencipta dan semakin dekat dengan masyarakat.

Semoga demikian seterusnya.(*)

Editor : Dodi | Sumber : Rls
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]