Akibat Covid-19, Penderita TB di Padang Takut Berobat ke Puskemas


Ahad, 02 Mei 2021 - 23:25:10 WIB
Akibat Covid-19, Penderita TB di Padang Takut Berobat ke Puskemas Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Upaya dalam penemuan atau pelacakan kasus baru Tuberkulosis atau TB di Kota Padang menjadi berkurang selama pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak masyarakat yang takut berobat ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan.

"Kami tidak dapat berupaya maksimal dalam meminimalisir kasus baru TB di tengah masyarakat. Sebab selama pandemi, Puskesmas Andalas mengalami berbagai kendala dalam menggelar penyuluhan dan penemuan kasus baru," kata Kepala Puskesmas Andalas Dokter Mela Aryati.

Baca Juga : Irawati Meuraksa Serahkan Donasi Spensa Peduli di SMP Negeri 1 Padang

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Menurut Dokter Mela, intensitas kunjungan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi kasus TB juga bekurang selama pandemi Covid-19. Hal tersebut disebabkan, banyak masyarakat yang takut dan khawatir ketika menerima kunjungan petugas puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dan penyuluhan TB.

Dokter Mela mengatakan, setiap bulannya sejak pandemi Covid-19 terjadi, Puskesmas Andalas hanya mampu menemukan 6 kasus baru TB di Kecamatan Padang Timur. Jumlah dimaksud jauh berkurang apabila dibandingkan sebelum terjadinya pandemi.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Lapas Padang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Kalau lebih intens ke lapangan angka kasusnya pasti lebih banyak. Namun karena pandemi semua jadi terhambat," katanya.

Dokter Mela Aryati mengingatkan, agar masyarakat tetap memperhatikan asupan nutrisi selama pandemi. Terutama bagi masyarakat yang mengidap TB juga akan lebih mudah untuk terpapar Covid-19. Kerusakan paru-paru akan membuat kondisi pasien semakin parah ketika terserang Covid-19.

"Untuk itu, pasien TB diimbau agar tetap disiplin mengkonsumsi obat yang telah diberikan dan memperhatikan gizi yang dikonsumsi," ujarnya.

Sebelumnya, Spesialis paru dari RSUP. M. Djamil Padang, dr. Afriani, Sp. P mengimbau masyarakat terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Baik pada TBC ataupun Covid-19, bahwa sekarang yang lagi digembor-gemborkan adalah menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Afriani, Rabu (7/4/2021).

Begitu juga penyakit tuberkulosis, Afriani menyarankan masyarakat tidak boleh abai. Supaya tidak menyebaran luas dibanyak kalangan masyarakat. Bagi yang sedang batuk tentu perlu menjaga etika batuk.

"Batuk yang benar harus diusahakan. Apalagi mereka yang terdeteksi TBC, satu atau dua bulan merupakan masa-masa yang sangat berat. Jadi pakailah masker, hidup bersih kunci utama," imbau Afriani.

Selain itu, Afriani menyarankan penderita TBC menghindari merokok. Dengan merokok juga merupakan faktor risiko yang sangat berbahaya dan mempercepat perkembangan penyakit tuberkulosis maupun Covid-19.

"Bahwa covid-19 yang sering merokok akan memberikan penularan yang jelek, derajat penyakitnya akan dipengaruhi oleh merokok. Evital saluran pernapasannya tidak bagus, jadi gampang untuk terserang penyakit pernapasan, baik TBC dan Covid-19," ucap Afriani. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]