Soal Pernyataan "Korupsi Boleh Asal Ekonomi Bagus", Mahfud MD: Terlalu Bodoh kalau Saya Bilang Begitu


Selasa, 04 Mei 2021 - 07:26:33 WIB
Soal Pernyataan "Korupsi Boleh Asal Ekonomi Bagus", Mahfud MD: Terlalu Bodoh kalau Saya Bilang Begitu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklarifikasi sebuah pernyataan hoaks yang dikaitkan dengannya. Mahfud memastikan bahwa pernyataan "korupsi boleh asal ekonomi bagus" tidak pernah ia lontarkan. 

Terlebih lagi eks Menristek Muhammad AS Hikam melemparkan kritik terkait hal tersebut. Mahfud menyatakan, dipelintirnya pernyataan itu hanyalah permainan media sosial (medsos) belaka. 

Baca Juga : Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Dedi Mulyadi: Ganti Saja Jadi Wisata Religi

"Pak Hikam percaya saya bilang begitu? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang korupsi bisa dimaklumi demi kemajuan? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang untuk mencapai kemajuan ekonomi pemerintah boleh membiarkan korupsi? Itu semua permainan medsos yang omong kosong, Pak. Tak ada itu," ucap Mahfud dalam siaran persnya, Selasa (4/5/2021), dikutip dari Okezone.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam acara webinar 'Demokrasi dan Ekonomi' tidak berbicara terkait hal tersebut. Mahfud juga mengatakan dalam acara tersebut dihadiri Saiful Mujani, Faisal Basri, dan Halim Alamsyah, dan ratusan peserta webinar lainnya.

Baca Juga : Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, Indonesia Lakukan Upaya Maksimal di Semua Lini

"Terlalu amat bodohlah kalau saya bilang begitu," tuturnya.

Di negara ini, lanjutnya, korupsi sudah meluas ke berbagai lini. Menurut dia, Ada beberapa pihak yang menyatakan hal itu karena demokrasi kebablasan, korupsi dibangun melalui jalan demokrasi alias menggunakan mekanisme demokrasi.

"Mari kita sehatkan demokrasi agar bisa mempercepat kemajuan ekonomi. Jangan seperti sekarang, demokrasinya membuat korupsi terjadi di berbagai lini. Korupsi sekarang dapat dikatakan dibangun melalui proses dan cara yang demokratis," tuturnya.

Dalam diskusi tersebut, dirinya juga menjabarkan terkait dengan angka kemiskinan dari tahun ke tahun di Indonesia yang mengalami kemajuan. Menurutnya, itu juga memiliki banyak hambatan, yakni tindakan korupsi yang masih terus terjadi.

"Jadi karena kita punya negara merdeka maka kita bisa menurunkan jumlah orang miskin dari waktu ke waktu, meskipun banyak korupsinya; apalagi kalau tidak ada korupsi, itu pernyataan saya," jelas Mahfud.

Dia menjelaskan, yang dibicarakannya amat berbeda dan tak ada hubungan kausalitas. Pasalnya, sambunt Mahfud demokrasi di Indonesia dianggap sudah kebablasan, sehingga melahirkan banyak korupsi.

"Ini harus diperbaiki sebagai bagian dari upaya melawan korupsi, titik," katanya.

Mahfud menerangkan, Indonesia merdeka maka angka kemiskinan turun secara konsisten dari waktu ke waktu. "Apalagi jika tidak ada korupsi. Banyaknya korupsi itu fakta, turunnya angka kemiskinan itu fakta lain yang tak ada hubungan kausalitas," ungkpanya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]