Mudik Lebaran Dilarang, Akses Tol Pekanbaru-Dumai Tetap Dibuka


Rabu, 05 Mei 2021 - 20:02:14 WIB
Mudik Lebaran Dilarang,  Akses Tol Pekanbaru-Dumai Tetap Dibuka Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai (Foto:Nurmadi:Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Di tengah gencarnya pelarangan mudik Hari raya Idul Fitri 1442 H, 6-17 Mei oleh pemerintah, akses jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Provinsi Riau tetap dibuka pengelola tol Permai PT Hutama Karya (HK).

Branch Manager Tol Permai, Indrayana, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan arahan dari pimpinan pusat HK untuk menutup akaes tol Permai selama pelarangan mudik. Namun pihaknya telah diminta untuk membantu bersama aparat TNI/Polri, Dishub dan Satgas, dalam pengamanan arus mudik 1442 H.

“Kami belum dapat arahan dari pusat untuk menutup tol, sampai dengan hari ini belum ada menutup tol. Tapi sudah ada penyekatan dari pihak terkait di titik akses pintu masuk tol, seperri di Dumai, dan Minas, lengkap ada petugas kesehatannya, aparat TNI/Polri, Dishub. Kalau di pintu masuk Pekanbaru belum ada, tapi di area simpang bingung ada kali lihat pos penyekatan,” ujar Indrayana, dikutip dari Haluanriau.co,  Rabu (5/5/2021).

Baca Juga : Seorang Wanita Lompat dari Lantai 3, Diduga Stres karena Positif Covid-19

“Kalau kami di dalam tol Permai, terap memeriksa setiap orang yang masuk di tol, terutama di res area, kami memeriksa kesehatan orang yang ada di res area. Pengetatan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker, dan penyediaan tempat cucio tangan tangan,” jelasnya lagi.

Dijelaskan Indrayana, dalam aturan pelarangan mudik oleh pemerintah, juga ada pengecualian bagi kendaraan yang boleh beroperasi selama mudik.

Sesuai dengan peraturan Mentri Perhubungan nomor 13 tahun 2021, diantaranya, Kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpan. Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang. Mobil bus dan sepeda motor. Kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan Untuk sekelompok masyarakat yang memiliki pengecualian diantaranya, Masyarakat yang melakukan kunjungan terhadap keluarga sakit. Masyarakat yang melakukan kunjungan duka atas anggota keluarga yang meninggal. Perjalanan ibu hamil dengan 1 orang pendamping. Perjalanan kendaraan untuk tujuan melahirkan dengan pendamping maksimal 2 orang. Kendaraan masyarakat dalam rangka pelayanan kesehatan darurat Pekerja (ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta) asal dilengkapi dengan surat tugas dan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinan.

“Tapi jangan lupa yang diperbolehkan masih ada, yang sembilan katogori  kendaraan ini yang boleh beroperasi, berarti mereka melalui jalan bisa jalan nasional bisa jalan tol. Kalau kami membantu di dalam tol, kalau ada penyekatan sebelum masuk tol dan membalekkan pengendara, itu haknya pihak terkait, kalau kami tidak punya kewenangan,” ungkapnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]