Kevin Simbolon Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Lapas Bukittinggi


Sabtu, 08 Mei 2021 - 14:13:31 WIB
Kevin Simbolon Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Lapas Bukittinggi Kevin Simbolon (29) memutuskan menjadi seorang mualaf di Lapas Bukittinggi

AMPEK ANGKEK, HARIANHALUAN.COM - Seorang warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi mendapat hidayah di dalam Lapas Bukittinggi. Kevin Simbolon (29) memutuskan menjadi seorang mualaf setelah 4 bulan menjalani hukuman dari 1 tahun vonis hakim akibat kasus pencurian.

Sebenarnya, niat Kevin masuk Islam telah lama terpendam. Namun dia tidak tahu bagaimana caranya. Pria lajang asal Samosir Provinsi Sumatera Utara itu mengenal Islam sejak 13 tahun lalu. Ketertarikannya terhadap agama Islam bermula ketika melihat umat muslim melaksanakan shalat. Dari situ muncul niatnya sehingga dia pun belajar shalat dari buku pedoman shalat.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di harianhaluan.com

Baca Juga : Denda Tak Patuh Prokes di Sumbar Capai Puluhan Juta Rupiah, Untuk Apa Ya?

"Saya sudah lama bisa shalat. Saya mengenal Islam sejak tahun 2008 melihat orang shalat. Hari ini saya telah membacakan dua kalimat syahadat," kata Kevin usai membaca dua kalimat syahadat di mesjid Lapas Bukittinggi, Jumat (7/5/2021) sore.

Kini, nama muslimnya menjadi Muhammad Kevin Simbolon. Sehari sebelum membaca dua kalimat syahadat. Kevin yang tidak mempunyai kedua orang kandung menjalani sunat rasul (khitan) di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di harianhaluan.com

Menurut Kevin, salah satu yang ditakutinya masuk Islam adalah berkhitan. Karena dia takut disuntik. "Waktu akan di khitan saya takut di suntik. Dua kali saya disuntik, dan berjalan lancar," tuturnya.

Pria yang telah lama menetap di Bukittinggi mengaku pindah keyakinan dari Protestan menjadi Islam.  Tanpa ada paksaan dari pihak lain, murni dari niat tulusnya memeluk Islam.

"Waktu di luar dulunya, saya tidak tahu bagaimana caranya masuk Islam. Tapi setelah menjalani hukuman di Lapas, saya ceritakan niat saya masuk Islam. Akhirnya tercapai keinginan saya menjadi seorang muslim. Adik adik saya tidak melarang saya pindah keyakinan. Kalau orang tua sudah tidak ada lagi," jelasnya.

Untuk ke depannya dia akan belajar memperdalam ajaran Islam melalui rekannya sesama Warga Binaan (WB) di Lapas Bukittinggi.

Sementara itu, Armen Bakar seorang pengacara di Bukittinggi mengatakan, setelah mendapat informasi akan ada seorang WB Lapas Bukittinggi berkeinginan menjadi mualaf. Dia langsung menghubungi pihak Lapas menelusuri kebenaran informasi tersebut.

"Saya bertemu dengan Kevin, saya tanyakan keinginannya. Dia menyatakan ingin masuk Islam tanpa paksaan. Kemudian, saya hubungi kantor KUA setempat untuk pengurusan administrasi dan rekan rekan yang peduli terhadap mualaf ini," terangnya.

Sejak dua tahun belakangan ini, Armen Bakar pengacara terkenal di Bukittinggi telah dua kali membantu warga binaan menjadi mualaf. Menurutnya, di samping berprofesi sebagai pengacara. Memualafkan seseorang merupakan amal ibadah sebagai bekal dan tabungan ibadah di akhirat nantinya. 

Kepala Lapas Bukittinggi, Marten mengatakan, Setelah mengetahui WB ingin mualaf. Dia memanggil Kevin menanyakan informasi tersebut. Dan Kevin menyatakan masuk Islam tanpa ada paksaan dan merupakan keinginan dirinya. 

Kevin hanya satu kali  mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebagai tanda bahwa dia telah siap untuk masuk Islam.

"Dia hanya satu kali mengucapkan dua kalimat syahadat, lancar. Dipandu Biswadi, SHi dan Khairul, SHi dari KUA  Ampek Angkek," katanya.

Kegiatan tersebut selain difasilitasi Lapas Bukittinggi juga didukung oleh pengacara  Armen Bakar, Pemilik Rumah Makan Family Benteng Yul Bray, Dokter Spesialis Bedah Amilus Ismail, David Orlando dan Temok. (*)

Reporter : Yusril | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]