Erick Thohir Terbang ke AS, Kira-kira Ada Apa ya?


Selasa, 11 Mei 2021 - 13:08:56 WIB
Erick Thohir Terbang ke AS, Kira-kira Ada Apa ya? Erick Thohir

HARIANHALUAN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terbang ke Amerika Serikat guna melakukan kunjungan kerja ke AS.

Dalam keterangan resmi Kementerian BUMN, Erick menyebut ada tiga agenda penting di AS kali ini, yakni menjajaki kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi.

"Tentunya kami dari Kementerian BUMN sebagai bagian dari program BUMN Go Global, terus menjalin dan mempererat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, melalui kerja sama strategis dengan BUMN-BUMN Indonesia. Perjalanan kerja kali ini difokuskan pada tiga bidang, yaitu energi, investasi, dan kesehatan," jelas Erick yang kini berada di California, AS, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian BUMN, Selasa (11/05/2021).

Baca Juga : Jokowi Minta Pertimbangan Ahli Soal Usulan Lockdown

Di bidang energi, hari ini (11/5/2021) Erick menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Air Products & Chemical Inc. (Air Products) terkait proyek strategis nasional gasifikasi batu bara. Selain itu, juga menjajaki kerja sama Pertamina dan ExxonMobil.

"Kerja sama dengan Air Products dan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke green economy, serta energi baru dan terbarukan. Kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja," paparnya.

Adapun penjajakan kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil ini di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhanced Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

"Sementara dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya," lanjutnya.

Di bidang kesehatan, Erick fokus menjajaki kerja sama antara Holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat untuk membangun dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, antara lain dengan pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, juga pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic.

"Kami ingin membangun dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, juga berinvestasi di Sanur, Bali, yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata Kesehatan," imbuhnya.

Sementara di bidang investasi, Erick melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.

"Kami memfokuskan pada investasi strategis di program infrastruktur. Hal ini disambut baik oleh para calon investor yang kami temui. Pandemi ini membangunkan Indonesia dari tidurnya. Modal utama kita yaitu pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, namun tidak cukup. Kita perlu membangun iklim investasi yang kondusif untuk mendorong dan membangkitkan perekonomian," paparnya yang juga merupakan Dewan Pengawas INA.

Dalam kunjungan kerja ini, Erikc Thohir didampingi beberapa petinggi BUMN.(*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]