Jepang Dihantam Gelombang 4 Corona, Hingga yang Meninggal di Rumah Meningkat


Selasa, 11 Mei 2021 - 16:23:25 WIB
Jepang Dihantam Gelombang 4 Corona, Hingga yang Meninggal di Rumah Meningkat Ilustrasi

TOKYO, HARIANHALUAN.COM - Jepang dilanda gelombang 4 kasus corona. Kota Osaka menjadi wilayah yang paling terpukul karena menyebarkan varian corona Inggris (B.117).

Lebih dari 96% tempat tidur rumah sakit penuh. Ini membuat kenaikan kasus warga yang meninggal di rumah, karena tak tertangani fasilitas kesehatan di kota itu.

Melansir Channel News Asia (CNA), dari 1 Maret hingga 31 Mei ada 18 warga meninggal karena corona tanpa dirawat. Total, kecuali satu kasus, terinfeksi B.117.

Baca Juga : 40 Negara di Dunia Tak Bisa Beri Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Sebagian besar korban berusia 60 tahun atau lebih. Tetapi satu kematian terjadi di usia 30-an.

Mengutip NHK, di salah satu panti jompo di Osaka, 61 warga terinfeksi. Dari semuanya, sekitar 14 meninggal saat menunggu untuk dirawat di rumah sakit.

Mengutip Worldometers, Senin (10/5/2021), Jepang mencatat total warga yang telah terinfeksi sebanyak 640.044 kasus dengan 10.876 kematian. Kemarin, ada 6.247 kasus baru dengan 53 pasien meninggal.

Osaka mencatatkan 668 penambahan kasus harian. Ini lebih tinggi dari Tokyo, yang mencatatkan 573 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan kasus ini membawa ketakutan bagi masyarakat. Apalagi Jepang hendak menyelenggarakan Olimpiade dua bulan lagi.

Beberapa gubernur prefektur menyerukan agar tindakan darurat yang lebih kuat diberlakukan secara nasional pada pertemuan online kemarin. Sebelumnya, Jepang empat kali mencatat lonjakan corona. Yakni April 2020, Agustus 2020, lalu Januari 2020 dan sekarang.

Dari data JHU CSEE Covid-19, kurva corona Jepang Januari ke Mei menunjukkan kurva U. Per 10 Mei, kasus harian rata-rata tujuh hari mencapai 5.000 kasus. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]