Hujan di Penghujung Ramadhan


Rabu, 12 Mei 2021 - 09:58:38 WIB
Hujan di Penghujung Ramadhan Afri Yendra

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ
Dan Kami turunkan dari langit air yang barokah/banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang dapat di panen (Qaf :9)

Oleh: Afri Yendra - Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi.

Berkenaan dengan ayat ini Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)  memaknai bahwa  “Dan Kami turunkan hujan dari awan, yang membawa banyak kebaikan dan keberkahan; kemudian dengan air hujan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun yang subur, biji-bijian yang dapat dipanen, dan pohon-pohon kurma yang menjulang tinggi dan buahnya saling bertumpuk. Kami menumbuhkan berbagai kebaikan ini sebagai rezeki bagi para hamba, agar mereka memanfaatkannya. Dan Kami menumbuhkan dengan air yang diberkahi ini tanah yang tandus, sehingga menjadi hijau dan subur. Seperti itulah Kami akan mengeluarkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup.

Baca Juga : Tim Sapa Ramadan Akhiri Perjalanan ke-19 Kabupaten/Kota, Bagi-bagi THR pada Anak Yatim

Sementara An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi  menfsirkan bahwa  “Allah secara khusus menyebutkan berbagai kebun dari berbagai manfaat tersebut, kebun yang mencakup berbagai jenis buah-buahan lezat seperti anggur, delima, lemon, apel dan jenis buah-buahan lainnya, terdapat juga pohon kurma yang tinggi, yang manfaatnya untuk waktu yang panjang, tinggi menjulang ke langit hingga tingginya tidak bisa dicapai oleh berbagai pohon lain, dari mayangnya keluar buah sebagai rizki untuk para hamba sebagai makanan, lauk dan buah yang bisa dimakan dan disimpan untuk mereka dan binatang ternak mereka. 

Begitu juga yang dikeluarkan oleh Allah melalui hujan serta pengaruhnya yang berupa sungai yang ada di permukaan bumi yang dibawahnya terdapat “biji-biji tanaman yang diketam,” yang berupa gandum, jagung, beras, jewawut dan lainnya. Memandang dan merenungkan semua hal itu adalah, “untuk menjadi pelajaran,” yang bisa membuka mata hati orang yang diliputi kebodohan dan “peringatan,” yang dijadikan sebagai peringatan yang berguna di dunia dan akhirat, dijadikan sebagai peringatan terhadap berita yang disampaikan Allah dan RasulNya. 

Namun hal itu tidak berlaku bagi semua orang, ia hanya berlaku bagi, “tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).” Menghadap kepadaNya dengan rasa cinta, takut, pengharapan serta terkabulnya doanya. Adapun orang-orang yang mendustakan atau berpaling itu, maka ayat-ayat dan berbagai peringatan tidaklah berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Kesimpulannya, semua penciptaan menawan, kekuatan dan kekokohan merupakan bukti kesempurnaan Kuasa Allah. 

Semua keindahan, kerapian, keelokan bentuk serta ciptaan merupakan bukti bahwa Allah adalah Dzat yang paling bijaksana, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Semua manfaat dan kepentingan untuk para hamba merupakan bukti kasih sayang Allah yang meliputi semua makhluk hidup. 

Semua keagungan bentuk serta rapinya peraturan merupakan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu sama sekali, Dia-lah Dzat yang semua bentuk ibadah, ketundukan, dan kecintaan hanya ditujukan padaNya. 

Bumi yang dihidupkan setelah sebelumnya mati dan gersang merupakan bukti bahwa Allah Kuasa menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, agar Allah bisa memberikan balasan atas mereka, karena itulah Allah berfirman, “Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (kembali nanti).” 
Setelah mereka diingatkan dengan berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan bumi, setelah ditakut-takuti dengan siksaan yang menimpa berbagai umat sebelumnya agar mereka tidak terus menerus mendustakan sehingga akan tertimpa sebagaimana yang pernah menimpa saudara-saudara mereka yang juga mendustakan, (kutipan Alquranweb)

Air Hujan adalah air barokah yang menumbuhkan biji-biji, pepohonan sehingga ia hidup dan berkembang, demikian kiranya pada akhir ramadhan Allah turunkan hujan yang Deras, Allah berkata dengan AlamnNya bahwa ia akan menumbuh biji biji Ibadah yang disemai oleh hamba-hambaNya di bulan Ramadhan.

Dalam Surah An-Nahl ayat 10 Allah berfirman

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

” Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.”

Air Hujan dan Ramadhan akan  menghidupkan jiwa jiwa hamba yang selama ini (qalbun Mayyit) menjadi hidup dan bermanfaat (qalbunsalim)
firmanNya dalam Al Qur'an surat Az-Zukhruf ayat 11.

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Dalam surah Al Anfal 11 

إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ 
“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, Al ANfal ayat 11. disebutkan  dalam  bentuk pengabulan doa kalian adalah Allah menurunkan air hujan kepada kalian. 

Dan Air Hujan memiliki beberapa manfaat; 

Pertama, sebagai pembersih badan kalian. 
Kedua, untuk menghilangkan bisikan setan dari kalian untuk menakut-nakuti kalian akan kehausan dan menimbulkan prasangka dan dugaan; dan ini merupakan pembersih batin kalian. 

Ketiga, untuk menguatkan keyakinan hati mereka terhadap pertolongan Allah dan meneguhkan kesabaran mereka. Hal ini karena adanya air dalam genggaman orang-orang yang berperang akan menambah kekuatan dan keteguhan mereka; Adapun jika air itu tidak ada, maka akan menghilangkan rasa percaya diri dan ketenangan mereka, bahkan dapat menyebabkan kekalahan.
 
Keempat, untuk meneguhkan pijakan kaki mereka sehingga tidak tenggelam ke dalam pasir dan memudahkan mereka untuk berjalan. (Kutipan TafsirWeb)

Rasanya Allah menjawab akan dikabulkan doa kita, serta Allah akan membersihkan jiwa kita dari gangguan syetan, menenangkan jiwa kita serta menyehatkan tubuh kita.
Disamping itu air hujan itu bak air mata Hamba yang berderai akan berpisah dengan ramadhan.
Kita simak butiran puisi berikut ini :

HUJAN PENGUHUJUNG RAMADHAN
ba’da malam akhir I’tikaf tahun ini
Dalam sujud akhir tahajjudku
Melayang qalbu menyusur rindu
Tepat pada bidik mahabbah padaMu
Untai frasa jiwa menggelora sesak dadaku
Menahan rinduku pada rahmanrahhimMu

Airbening jiwa mengalir pada alir mata
Deras mengiringi kata jiwa
Yang tlah dekat kan berpisah
Dengan ramadhanMu yang Mulia

Hujan lebatpun terkalahkan derai airmata
Petir menggelegar terdiam terasa oleh sesak gelora jiwa
Dingin subuh tak terasa tatkala gemetar rindu rasa
Mengungkap rasa untuk Mu sang Maha Kuasa

Tak bisa kesembunyikan sedih dalam relung relung qalbu
Sedih kan kau capakkan segala amalibadahku
Tak tahu aku tahun datang dengan ramadhanMu aku bertemu
Atau,
Unggukan tanah sirah dalan nisan tertulis namaku

Duhai Robbi,
Sang kekasih hati,
Jangan kau campakkan amalibadahku tanpa arti
Terimalah segalanya duhai Ilahi
Sbagai hidanganku tatkala aku kembali

Hujan akhir ramadhan semakin  deras,
Petir menggelegar silih berganti
Hilang tak bermakna dalam helahan nafas
Yang tersungkur sujud dalam sajadahku diatas bumi

Tak mungkin tak ada air mata mengelir
Deras turun dipelopak mata berbulir
Saat ramadhanMu kan berakhir
Tak mungkin rasa rindu tak tertahankan
Dalam jiwaqalbuku ke arsyMu sang Rahman
Menyatu dalam jiwa setiap insan.

(afri yendra abu hani/ 30 ramahan 1442 h)

(Disimpulkan dari berbagai sumber Alquran, Hadits dan Tafsiran pada Tafsirweb)


 

Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]