Pasar Uang Kripto Kembali Bergejolak, Rp 5.183 T Lenyap Kurang dari 3 Jam


Jumat, 14 Mei 2021 - 08:13:21 WIB
Pasar Uang Kripto Kembali Bergejolak, Rp 5.183 T Lenyap Kurang dari 3 Jam Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pada perdagangan Kamis kemarin, pasar mata uang kripto kembali bergejolak. Bitcoin, mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar sempat ambrol lebih dari 17% ke US$ 45.000/BTC, sebelum mengakhiri perdagangan di US$ 49.305,39/BTC atau anjlok 9,5%.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Ethereum juga sempat ambrol lebih dari 13% sebelum mengakhiri perdagangan Kamis di US$ 3.716,8/ETH, anjlok 9,35%. Ethereum merupakan mata uang dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua. Mata uang kripto lainnya juga bernasib sama, ripple hingga dogecoin juga merosot tajam. Alhasil kapitalisasi pasar kripto langung menguap signifikan.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Kamis (13/05/2021) pukul 05.00 WIB, kapitalisasi pasar cruptocurrency mencapai US$2,43 triliun. Namun pada pukul 7.45 WIB nilainya tinggal US$2,06 triliun. Artinya dalam waktu kurang dari 3 jam duit sebesar US$365,85 miliar atau setara Rp 5.183 triliun (asumsi Rp 14.200/US$) lenyap.

Baca Juga : Jaga Kenyamanan Tamu, Grand Basko Hotel Sajikan Menu Beragam di Bajamba Restaurant

Hal tersebut terjadi setelah CEO Tesla Elon Musk mengatakan menghentikan pembelian mobil Tesla menggunakan bitcoin. Melalui akun twitter miliknya, Elon menyebutkan alasan penghentian tersebut karena peningkatan bahan bakar fosil yang meningkat karena aktivitas penambangan bitcoin.

Elon Musk melalui akun Twitternya pagi tadi mengatakan akan menghentikan penggunaan bitcoin dalam pembelian mobil Tesla. Alasannya, penambangan bitcoin memicu peningkatan penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan.

"Tesla telah menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin. Kami prihatin dengan peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun," kicau Elon Musk.

Menurut penelitian Cambridge University konsumsi listrik untuk penambangan Bitcoin selama setahun setara dengan konsumsi listrik masyarakat Argentina dalam setahun. Sebagian besar pembangkit listrik di dunia masih menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara.

Meski demikian, dalam kicauan tersebut pendiri perusahaan SpaceX ini juga menegaskan mata uang kripto merupakan ide yang bagus dan menjanjikan di masa depan, dan Tesla tidak akan menjual bitcoin yang dimiliki. Tesla juga akan kembali menerima pembayaran dengan bitcoin ketika penambangannya menggunakan energi yang ramah lingkungan.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (14/5/2021) pagi, harga mata uang kripto mulai memnbaik. Bitcoin menguat 1,8% dibandingkan posisi akhir Kamis kemarin, kembali ke aras US$ 50.000/BTC, ethereum juga menguat 1,78%, begitu juga mata uang kripto lainnya. Kapitalisasi pasar pun kembali naik menjadi US$ 2,23 triliun.(*) 

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]