Berniat Beli Emas Usai Lebaran? Ini Cara Cek Emas Asli dan Palsu


Jumat, 14 Mei 2021 - 13:58:57 WIB
Berniat Beli Emas Usai Lebaran? Ini Cara Cek Emas Asli dan Palsu ilustrasi emas

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Emas masih menjadi salah satu aset yang paling berharga, dan kadang kalanya menjadi patokan untuk menilai kekayaan seseorang. Karena sifatnya yang berharga, tidak sedikit orang yang menjadikan emas sebagai investasi dasar, bahkan diberikan sebagai hadiah atau mahar untuk pernikahan.

Namun untuk urusan investasi emas dalam nilai yang cukup besar, masih ada rasa khawatir di benak masyarakat terhadap keaslian emas yang digunakan, apalagi bagi pemula. Dikutip dari laman Logamulia, ada beberapa cara mengecek keaslian dari emas: 

1. Perhatikan dengan baik bagian fisik dari emas tersebut 
Perbedaan antara emas asli dan emas palsu bisa dilihat dari fisiknya. Anda bisa lihat tanda–tanda khusus yang biasanya ada di emas murni atau emas batangan. Misalnya saja ada cap yang menandakan kadar emas tersebut. Umumnya menggunakan satuan fineness, tetapi lazimnya dikenal dengan menggunakan satuan karat dalam angka mulai dari 10K, 18K dan 24K. 

Baca Juga : Perkuat Kemitraan dan Jaringan, Telkomsel Gandeng Schneider Electric

2. Jika digosok apa warnanya berubah? 
Silakan Anda coba pegang dengan baik emas yang Anda beli tersebut, kemudian coba gosok permukaan emasnya menggunakan telapak tangan atau telunjuk Anda. Jika setelah digosok warnanya jadi pudar dan tidak seragam, bisa dipastikan itu adalah emas palsu, begitu pun sebaliknya. 

3. Uji keaslian emas yang dibeli dengan digigit 
Emas adalah logam mulia lunak, sehingga mudah sekali dibentuk. Jika si penjual tawarkan emas dengan kadar tinggi, maka Anda bisa cek lunak atau tidaknya emas tersebut dengan mudah. Karena semakin tingginya kadar karatnya, maka emas akan jadi semakin lunak. Cara mengetahui asli dan palsunya emas tersebut paling mudah adalah dengan menggigit bagian permukaan emas.

Jika setelah digigit ada bekas gigitan yang tertinggal, itu artinya emas asli. Walaupun demikian, sangat disarankan sekali agar Anda tidak buru–buru membelinya. Karena bisa jadi material yang menyusun emas palsu itu adalah timah, karena logam timah juga termasuk golongan logam lunak. 

4. Mencoba mendekatkan dengan magnet 
Emas pada dasarnya termasuk logam yang sifatnya non magnetis. Itu berarti jika didekatkan dengan magnet, emas tidak akan tertarik atau pun menempel. Harus diingat juga, bahwa pengujian satu ini tak berarti emas yang Anda miliki terjamin keasliannya, sebab masih ada banyak sekali logam lainnya yang memiliki sifat non magnetis. 

5. Menggoreskan di keramik atau kertas 
Cara lain mengetahui mana emas asli dan palsu adalah dengan menggunakan keramik atau keras. Jika emas digoreskan ke keramik atau kertas tidak menyisahkan bekas, itu artinya emas tersebut adalah asli. Tak ada goresan yang tertinggal bisa jadi petunjuk bahwasannya emas tersebut asli. Tetapi harus Anda perhatikan pula cara yang digunakan ini beresiko merusak emas. 

6. Meneteskan asam 
Tips mengetahui emas asli dan palsu yang berikut ini biasanya digunakan oleh para pedagang emas dan toko perhiasan. Jika Anda ingin melakukannya sendiri, maka diperlukan kehati-hatian, sebab cairan asam nitrat adalah cairan yang cukup berbahaya sekali bagi tubuh dan pernafasan. Cara yang digunakan cukup mudah sekali, yakni dengan meneteskan asam nitrat ke emas lalu amati reaksinya.

Jika berubah jadi warna hijau, itu artinya logam ini adalah besi yang diberi lapisan emas, tetapi jika berubah jadi warna kuning, berarti ini merupakan kuningan yang beri lapisan emas. Sementara itu jika berubah jadi warna susu, maka logam tersebut adalah perak yang diberi lapisan emas. Tetapi jika tidak berubah warna, logam tersebut merupakan emas asli. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : iNews.id
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]