Simak! Ini Saran Dokter Bila Tenggorokan Sakit karena Menu Lebaran


Jumat, 14 Mei 2021 - 19:26:02 WIB
Simak! Ini Saran Dokter Bila Tenggorokan Sakit karena Menu Lebaran Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Hidangan saat lebaran selalu menggiurkan, mulai dari ketupat hingga opor ayam. Siapapun yang melihatnya pasti tak sabar untuk menyantapnya.

Hidangan utama seperti ketupat disiram dengan gulai nangka dicampur daging, sudah pasti kaya akan protein hewani. Bahkan santan yang merendam daging sapi bersama ketupat pun, juga merupakan lemak nabati yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut dr. Alberta Widya Kristansi SpTHTKL, lemak nabati adalah penghasil kolesterol baik yang bermanfaat bagi tubuh.

Baca Juga : Stok Vaksin Makin Menipis di Kota Pekanbaru

"Santan hanya akan berbahaya ketika dipanaskan dalam suhu tinggi terlalu lama. Kolesterol baik di dalam santan akan rusak, hingga yang tersisa hanyalah kolesterol jahat," begitu papar Alberta Widya dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/05/2021).

Seluruh sajian yang terhidang selama Lebaran sebenarnya tak membahayakan tubuh. Kecuali, jika ia dikonsumsi secara berlebihan. Barulah sajian-sajian serba lemak dan kaya akan rempah-rempah pedas ini bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Gangguan umum pada tenggorokan

Ketika kita terlalu banyak mengonsumsi sajian tinggi lemak dan sajian yang bercitarasa terlalu pedas, maka berbagai gangguan tenggorokan bisa terjadi. Yang pertama, adalah ancaman timbulnya radang. Bisa jadi tenggorokan terluka kemudian dihinggapi kuman atau bakteri, sehingga lahirlah radang. Atau yang kedua, tenggorokan jadi kurang nyaman karena terjadinya Laryngopharyngeal reflux atau LPR.

LPR ini bisa terjadi ketika kita terlalu banyak mengonsumsi asam atau pedas, sehingga terjadi peningkatan asam lambung. Nah asam lambung ini bisa naik hingga ke kerongkongan.

"Dalam eksofagus ada dua pintu, yaitu pintu atas dan pintu bawah. Beberapa orang, memiliki pintu atas yang kurang bisa mengunci dengan sempurna. Sehingga ketika asam lambung naik ia akan melaju terus hingga ke tenggorokan," papar dokter spesialis THT yang berpraktik di RSIA Anugerah Semarang ini.

LPR tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan. Seperti tenggorokan terasa berlendir dan panas, nyeri di ulu hati, sesak napas, dan keinginan untuk terus berdeham.

Cara mengatasi gangguan tenggorokan

Upaya pencegahan adalah yang utama. Agar tenggorokan tak sakit, maka batasi konsumsi lemak, pedas juga asam ketika libur Lebaran. Imbangi juga dengan banyak minum air mineral ketika Anda tengah menyantap hidangan-hidangan lezat hari raya.

Ketika tenggorokan sudah terasa tak nyaman, Anda bisa meredakannya dengan minum air hangat. Jangan minum air yang terlalu panas atau terlalu dingin agar tak menganggu silia atau rambut halus di sepanjang saluran napas.

"Ketika silia terganggu, maka kinerja silia dalam menyaring debu dan kotoran akan turun. Dan hal ini bisa membuka jalan untuk kotoran dan kuman masuk lebih banyak ke dalam tubuh."

Untuk meredakan sakit tenggorokan, bisa pula dengan mencoba berkumur dengan air hangat yang sudah diberi garam. Garam di sini berfungsi sebagai antiseptik.

Ketika LPR sudah terasa datang, Anda bisa melakukan langkah-langkah ini:

1. Mengurangi atau membatasi pengonsumsian makanan yang mengandung asam tinggi, lemak tinggi, pedas, makanan berempah, hingga kopi dan teh.

2. Tidur dengan posisi batal tinggi agar asam lambung tak naik ke tenggorokan.

3. Beri jarak 3 jam antara makan malam dengan waktu tidur malam.

4. Tidur menghadap ke kanan untuk meredakan asam lambung yang tengah mengamuk. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]