Varian Covid-19 India Meningkat Tajam, Pemerintah Inggris Cemas


Jumat, 14 Mei 2021 - 20:38:05 WIB
Varian Covid-19 India Meningkat Tajam, Pemerintah Inggris Cemas Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto istimewa

LONDON, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Inggris merasa cemas dengan varian virus Corona India. Pasalnya, jumlah kasus varian virus tersebut meningkat tajam dalam sepekan di Inggris.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, penasihat ilmiah pemerintah Inggris bertemu Kamis (13/5/2021), khusus membahas varian Covid-19 India. 

Varian yang juga dikenal sebagai B.1.617 itu, dikhawatirkan dapat membahayakan rencana mencabut semua batasan pandemi pada kontak sosial mulai 21 Juni.

Baca Juga : 40 Negara di Dunia Tak Bisa Beri Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Meski demikian, Johnson mengaku tetap "optimistis namun hati-hati" tentang rencana Inggris untuk mencabut pembatasan. Pemerintah kata dia "tidak akan mengesampingkan (masalah) apa pun," yang dapat membahayakan ke depannya.

“Varian Covid-19 India, yang dikenal sebagai B.1.617.2, tampaknya memicu gelombang Covid-19 kedua yang melumpuhkan di India dan sekarang telah menyebar ke lebih dari 40 negara,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/5/2021).

WHO menyatakan B.1.617.2 sebagai "varian mengkhawatirkan" minggu ini. Sebab beberapa bukti menunjukkan itu mungkin lebih menular daripada jenis lainnya.

Inggris telah melaporkan lebih banyak kasus B.1.617 dan sublineagesnya dibandingkan negara lain di luar India. Kasus strain B.1.617.2 telah meningkat menjadi 1.313 dari 520 selama seminggu terakhir menurut Public Health England (PHE) pada Kamis (13/4/2021). (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]