Update! Lima Daerah Kuning, 14 Lainnya Ditetapkan Masuk Zona Oranye di Sumbar


Senin, 17 Mei 2021 - 07:50:41 WIB
Update! Lima Daerah Kuning, 14 Lainnya Ditetapkan Masuk Zona Oranye di Sumbar Peta Zonasi Covid-19.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pada minggu ke-61 pandemi Covid-19 di Sumbar, terdapat 14 daerah Kabupaten Kota yang berada pada zona Oranye. Menurun dari minggu sebelumnya yang mencapai 17 daerah. "Ada lima daerah masuk zona kuning dan tidak ada zona merah serta hijau. Yang paling buruk adalah Kabupaten Solok," kata Jubir Satgas Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Senin (17/5/2021).

Diharapkan Satgas Covid-19 Kabupaten Solok segera melakukan semua upaya yang dianggap perlu dan penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayahnya. Telah hampir 6 bulan Kabupaten Solok selalu berada di zona oranye dan pertambahan positif selalu meningkat, disamping kasus warganya meninggal akibat Covid-19 juga meningkat. 

Berikut pembagian zona menurut Satgas Covid-19 Sumbar: 

Baca Juga : Datang ke Pesisir Selatan, Ombudsman Sumbar Pantau Layanan Publik dan PPBD

Zona Merah (nihil)
Tingkat kematian dan penambahan kasus di daerah tersebut tinggi.

Zona Oranye (14 daerah)

  1. Kota Padang 
  2. Kota Payakumbuah 
  3. Kota Solok 
  4. Kota Padang Panjang
  5. Kota Sawahlunto
  6. Kabupaten Pasaman Barat 
  7. Kota Bukittinggi
  8. Kabupaten 50 Kota
  9. Kabupaten Tanah Datar
  10. Kabupaten Agam 
  11. Kabupaten Pesisir Selatan
  12. Kabupaten Padang Pariaman
  13. Kabupaten Sijunjung
  14. Kabupaten Solok 

Zona Kuning (5 daerah)

  1. Kota Pariaman
  2. Kabupaten Dharmasraya
  3. Kabupaten Pasaman
  4. Kabupaten Kepulauan Mentawai
  5. Kabupaten Solok Selatan

Zonasi Hijau (nihil)
Tidak ada tercatat penambahan kasus covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir.

"Berdasarkan data yang ada, peningkatan kasus positif didominasi di daerah perkampungan akibat adanya curi start mudik oleh sebahagian masyarakat yang tidak terdeteksi. Hal ini juga dipicu karena rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol Covid-19 dalam aktifitas kesehariannya," jelas Jasman.

Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengawasan orang datang di Bandara dengan melakukan schreening ketat melalui test PCR Swab secara gratis. Kemudian, Kabupaten Kota diminta mendirikan karantina mandiri di daerah masing-masing. Hingga aturan, setiap orang yang masuk ke daerahnya setelah bepergian dari luar daerah, wajib dikarantina selama 14 hari atau dikarantina sampai hasil swab PCR-nya keluar. 

"Setelah 14 hari atau jika hasil Swabnya negatif, barulah yang bersangkutan boleh berinteraksi ditengah-tengah masyarakat," tambah Jasman.

Data dari Satgas Covid-19 sendiri hingga Senin (17/5/2021) tercatat 40.111 kasus terkonfirmasi dengan 36370 kasus sembuh dan 878 kasus meninggal. Diharapkan Satgas Kabupaten Kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid. (*)

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]