Tewaskan 212 Warga Palestina, Israel Dicap Penjahat Perang


Selasa, 18 Mei 2021 - 08:09:56 WIB
Tewaskan 212 Warga Palestina, Israel Dicap Penjahat Perang Gedung-gedung di Jalur Gaza, Palestina, dibombardir jet-jet tempur militer Israel, Senin (17/5/2021).

HARIANHALUAN.COM - 212 orang tewas di Gaza dalam perang antara kelompok perlawanan di Jalur Gaza, Palestina dengan militer Zionis Israel telah memasuki hari kesembilan pada Selasa (18/5/2021). 

Militer Zionis melancarkan serangkaian serangan udara tambahan di Jalur Gaza pada Senin pagi, beberapa jam setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan serangan terhadap wilayah kantong Palestina itu akan terus berlanjut.

Ledakan mengguncang Kota Gaza dari utara ke selatan dalam pemboman yang lebih berat, lebih luas dan berlangsung lebih lama daripada serangan udara yang menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya pada hari Minggu lalu.

Baca Juga : Inilah Strategi Kementerian PPPA Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia

Mengutip laporan Al Jazeera, sebanyak 212 orang, termasuk 61 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak pemboman Zionis Israel dimulai Senin pekan lalu. Sekitar 1.500 warga Palestina lainnya terluka.

Sebelumnya, Hamas, kelompok yang berkuasa di Gaza, menembakkan banyak roket ke kota Ashkelon dan Beersheba di Israel. Pihak Zionis telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.

Ardi Imseis, seorang profesor hukum di Queen's University di Ontario, Kanada, mengatakan Israel menanggapi dengan kekuatan yang tidak proporsional di Jalur Gaza dan kemungkinan melakukan kejahatan perang sebagai akibatnya.

"Kami memiliki alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa kejahatan perang sedang dilakukan, pelanggaran hukum humaniter internasional, terutama karena kurangnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip perbedaan, proporsionalitas dan pencegahan," kata Imseis kepada Al Jazeera.

"Pelanggaran tampaknya datang terutama dari pihak Israel, tetapi tidak secara eksklusif," kata Imseis.

Setelah berhari-hari tekanan yang meningkat untuk campur tangan guna mengakhiri kekerasan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan dukungan untuk gencatan senjata dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin.

Anggota Kongres AS Ilhan Omar mengatakan penundaan Presiden Biden dalam menyatakan dukungan untuk gencatan senjata telah menyebabkan pembantaian anak-anak dan kehancuran hidup warga Gaza. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : sindonews.com

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]