Percepat Pembangunan, Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan 'Jemput Bola' Anggaran di 12 Kementerian


Sabtu, 29 Mei 2021 - 18:59:02 WIB
Percepat Pembangunan, Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan 'Jemput Bola' Anggaran di 12 Kementerian Bupati dan Wakil Bupati Solsel Khairunas -Yulian Efi dan jajaran saat dikediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel) Khairunas - Yulian Efi memaksimalkan upaya untuk menggenjot pembangunan di kabupaten itu. 

Dalam tempo waktu dua hari pasangan kepala daerah ini bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambangi 12 Kementerian di Jakarta guna mendapatkan dukungan berbagai Kementerian dalam mengebut pembangunan di kabupaten Sarantau Sasurambi itu.

Dalam kunjungan kesejumlah Kementerian ini, Khairunas dan Yulian Efi berbagi tugas menjalin komunikasi dan silaturahmi, Kamis - Jumat (27-28/5/2021).

Baca Juga : Ketua TP PKK Agam Ikuti Pelantikan Pengurus TP PKK Pusat Secara Virtual

Kunjungan Khairunas- Yulian Efi di kediaman Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian-RI, Airlangga Hartanto di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan langsung di sambut oleh Menko Airlangga dan membicarakan banyak hal terkait berbagai perencanaan pembangunan di Solsel, dan mendapatkan dukungan serta respon positif.

Khairunas dan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto berbincang akrab.

Lalu, kunjungan ke kantor Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita berjanji untuk mendorong peningkatan investasi di Solsel. Pihaknya juga menjanjikan untuk menyiapkan tim untuk berkunjung ke kabupaten ini guna mempelajari potensi-potensi yang ada.

Dalam audiensi tersebut, Bupati beserta beberapa kepala OPD turut memaparkan potensi-potensi investasi yang ada di Solsel.

"Dengan banyaknya potensi-potensi investasi di Solsel, tentu kita akan dorong investor untuk mempelajarinya, termasuk industri pengolahan hasil tambang biji besi. Dan kita juga bantu menyiapkan tim untuk berkunjung kesana untuk mempelajari nantinya," kata Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang didampingi Kepala Bappeda Yul Amri dan Kadis Perindagkop juga menyampaikan beberapa proposal. Salah satu proposal yang diajukan adalah kelanjutan Revitalisasi Sentra IKM Kopi yang representatif sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk kopi Solsel.

Wakil Bupati Yulian Efi bersama Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar KLHK di Jakarta.

Dalam surat permohonan kepada Menteri, dijelaskan bahwa Solsel mempunyai luas lahan kopi Arabica 1.154 ha dan kopi Robusta 3.324 Ha dengan produksi kopi Arabica 655,340 ton per-tahun, sedangkan produksi kopi Robusta sebanyak 2.109,008 ton per-tahun.

Selanjutnya, Wakil Bupati Solsel menyambangi Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Keswan, dan mendapatkan respon positif terhadap visi Bupati dan Wakil Bupati yang fokus disektor pertanian.

Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani mengatakan program pertanian dan juga peternakan yang diusung oleh bupati dan juga wakil bupati tentu harus diapresiasi dan didukung dalam pencapaiannya.

"Kami bersama jajaran juga akan memberikan dukungan terhadap beberapa permohonan proposal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi misi kepala daerah yang juga fokus terhadap pertanian serta peternakan tersebut," ujarnya.

Bupati Khairunas saat bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sebelumnya diketahui bahwa bahwa salah satu bentuk kegiatan yang bersumber APBN diantaranya, Korporasi Desa Sapi. Kegiatan ini sendiri merupakan program baru Kementan 2021, dimana beberapa daerah sudah menjadi pilot project.

Secara prinsip disebutkan bahwa Sumbar sudah dalam radar lokasi kegiatan ini. Namun untuk lokasi kegiatan akan ditentukan oleh Gubernur Sumbar, karena Menteri Pertanian sendiri sudah ada pembicaraan tentang kegiatan ini dengan Gubernur Sumbar.

Untuk itu, Solsel disarankan untuk berkoordinasi kembali dengan menyertakan dukungan Gubernur Sumbar. 

Pada kesempatan tersebut, selaras dengan visi misi Pemkab Solsel yakni satu sapi untuk satu kepala keluarga, Wabup Solsel Yulian Efi langsung mengajukan permohonan dukungan kepada Kementan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dan daya saing daerah. 

Selanjutnya untuk permohonan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK), Solsel mengajukan DAK pembangunan Puskeswan, DAK Rehabilitasi Rumah Potong serta DAK Pembangunan UPT Pembibitan.

DAK diprioritaskan pada daerah yang betul-betul masih sangat minim sarana dan prasarana.

Bupati Khairunas bersama Menpora, Zainudin Amali

Pemkab juga mengusulkan penambahan dokter hewan yang dibiayai pusat (THL pusat). Untuk itu, pihak direktorat mengharapkan agar kabupaten mengirimkan nama nama calon THL sesuai dengan kualifikasi, yang selanjutnya akan diseleksi oleh tim pusat utuk ditempatkan di Solsel.

Kemudian, Khairunas menyampaian aspirasi pemerintah daerah dan juga masyarakat tentang pentingnya peningkatan konektivitas atau keterhubungan Solsel dengan daerah-daerah lain disekitarnya terus disuarakan.

Khairunas menyampaikannya dalam audiensi bersama Direktur Tata Ruang, dan Penanganan Bencana, Sumedi Andono Mulyo, di Gedung Bappenas, Jakarta.

"Ada beberapa ruas yang kami usulkan saat ini agar ditingkatkan, diantaranya perbaikan jalan nasional di Solsel, pembangunan jalan tembus Solsel menuju Dharmasraya melalui ruas jalan Abai - Sungai Dareh, serta ruas Sungai Kunyit - Sungai Rumbai," pinta Bupati Khairunas.

Menurutnya, saat ini Solsel hanya dapat diakses melalui satu jalur jalan nasional dari ibukota provinsi, di Padang, melalui Kabupaten Solok. Itupun dalam keadaan yang tidak terlalu baik pada berbagai titik.

Untuk itu, sangat dibutuhkan akses jalan lain sehingga Solsel dapat terkoneksi dengan berbagai daerah lainnya, sehingga dapat memacu perkembangan daerah, termasuk untuk memudahkan akses kunjungan wisatawan.

Bupati yang didampingi Asisten Perekonomian, Kepala Bappeda, Plt Kadis PU&PR, dan Kalaksa BPBD tersebut menjelaskan bahwa ruas jalan Abai - Sungai Dareh yang berstatus jalan provinsi tersebut sudah clear and clean, dalam artian sudah memiliki persyaratan lengkap untuk dibangun, baik ketersediaan lahan, dokumen amdal, DED, dan kelengkapan lainnya. Bahkan sudah beberapa kali dikunjungi oleh kementerian terkait.

"Tinggal kita menunggu kepastian, kapan ini bisa dibantu pembangunan oleh pusat karena memakan biaya yang cukup besar, sehingga sulit untuk dibiayai pempov," ujar Khairunas.

Sedangkan untuk ruas jalan Sungai Kunyit ke Sungai Rumbai, pihaknya mengaku juga sudah menyurati dua perkebunan yang dilalui untuk melakukan "enclave" atau mengeluarkan dari peta HGU, dan menyerahkan kepada pihak pemda, sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi.

"Ini juga akan terus kita tinjau kepada pihak perusahaan agar dapat diselesaikan, demi kepentingan masyarakat Solsel," terangnya.

Disamping mendatangi Bappenas dan kementerian lainnya, Bupati juga mengaku akan mengintensifkan usahanya dengan mendatangi komisi terkait di DPR-RI untuk terus mendorong realisasi jalan ini.

Direktur Tata Ruang, dan Penanganan Bencana, Sumedi Andono Mulyo mengatakan bahwa setelah melihat peta yang ada, diakui Solsel memang susah diakses dengan hanya melalui satu jalur jalan saja. Ditambah dengan tekstur geografi yang sulit, sehingga Solsel sulit untuk berkembang.

Sumedi berjanji akan merekomendasikan ke Direktorat Transportasi dan direktorat terkait lainnya untuk dibahas dapat rapat-rapat teknis perencanaan, sekaligus melacak progres perencanaan yang ada, karena menurutnya khusus ruas jalan Abai - Sungai Dareh sudah pernah dibahas Bappenas.

"Ruas jalan Abai - Sungai Dareh sudah pernah kami bahas dengan kementerian terkait. Nanti kita lacak, sampai dimana proses pembahasan tersebut," ujar Sumedi.

Ia meminta pihak Bappeda Solsel untuk terus berkoordinasi dengan Bappeda provinsi, karena Bappenas dalam proses perencanaannya akan selalu berkoordinasi dengan bappeda propinsi sebagai mitra utamanya.

Untuk menangani persoalan sampah, Pemkab Solsel juga ajukan proposal pengadaan sarana dan prasarana Pusat Daur Ulang (PDU) sampah ke Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pengajuan proposal dan audiensi langsung dihadiri Wakil Bupati Solsel Yulian Efi bersama Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar KLHK di Jakarta.

Direktur pengelolaan sampah Novrizal Tahar mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan membantu sarana dan prasarana PDU untuk Solsel.

"Kita menyambut baik dan akan memprioritaskan PDU untuk Sols nantinya," ujarnya menanggapi permintaan yang disampaikan Wabup Solsel.

Novrizal menambahkan bahwa selanjutnya pihak pemkab harus mengkolaborasikan program penanganan sampahnya dengan Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya guna penyelesaian pembangunan TPA.

Yulian Efi berharap agar kementerian dapat membantu program penanganan sampah di Solsel. Menurutnya, permohonan sarana dan prasana PDU sampah sangat dibutuhkan yang terus berusaha mewujudkan daerah yang bersih dari sampah.

"Besar harapan kami, agar pak direktur dapar memfasilitasi dan membantu permohonan PDU yang kami ajukan," mohon Wabup.

Kepada media, Yulian Efi didampingi Plt. Kadis Perumkim&LH Solsel, Novi Hendrik mengatakan bahwa PDU adalah skenario pengelolaan sampah melalui skema pengurangan di zona hulu atau di produsen sampah.

Adapun sarana dan prasarana adalah bank sampah, pengelolaan sampah 3R (produksi Maggot pembuatan paving Blok, pupuk organik, beraset, dll), biodigester, pemilihan sampah, pemotongan dan pencacahan sampah, pengangkut Sampah (kontainer, Becak, dumptruck/amroll), dan kebutuhan lainnya.

Sementara itu, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukiman Edward Abdurahman mengatakan bahwa di tahun 2022 pihaknya memang mempunyai program review untuk menganalisis ulang proyek-proyek TPA yang sudah dibangun, namun belum beroperasi dikarenakan beberapa kendala.

"Mudah-mudahan TPA di Solok Selatan termasuk yang akan kita review, agar dapat kita perbaiki dan bisa beroperasi," jelasnya.

Terpisah, secara khusus Pemkab Solsel mendapatkan tawaran program sekolah penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen PAUD Dikdasmen.

Tawaran ini disampaikan langsung oleh Direktur Sekolah Menengah Pertama Ditjen PAUD Dikdasmen Mulyatsyah kepada Bupati Khairunas dalam kunjungan ke kantor Kemendikbud di Jakarta.

"Sebagai bentuk apresiasi kita terhadap kedatangan Bapak Bupati Solok Selatan ke Kemendikbud, kita tawarkan agar ikut dalam program sekolah penggerak di tahun 2022 mendatang. Dan kita juga siap bantu pak bupati terkait pendidikan di Solok Selatan," ujar Mulyatsyah yang terlihat akrab dengan Bupati Khairunas tersebut.

Menurutnya, kedatangan bupati dan jajarannya tersebut merupakan sebuah bentuk bukti nyata perhatian seorang kepala daerah terhadap dunia pendidikan.

Program Sekolah Penggerak merupakan program yang terfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi, yang diawali dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, yakni kepala sekolah dan guru. 

Adapun keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak diantaranya ; peningkatan mutu hasil belajar, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, mendapatkan pendampingan intensif, memperoleh tambahan anggaran, serta keuntungan lainnya.

Diantaranya tentang pentingnya kejujuran sekolah-sekolah dalam mengisi data pokok pendidikan (dapodik), karena basis atau dasar dari semua bantuan adalah melalui sistem dapodik. 

"Jadi, kita minta sekolah-sekolah agar mengisi dan memperbaharui dapodiknya secara jujur dan apa adanya. Sebagai contoh, jika ruang kelas rusak ringan misalnya, jangan pula dilaporkan dalam keadaan rusak berat. Karena jika nanti ada verifikasi lapangan, dan ditemui data itu tidak benar, maka sekolah tersebut akan di black list / dicoret sebagai penerima bantuan," terangnya mewanti-wanti.

Mulyatsyah juga menjelaskan kebijakan pusat tentang relaksasi penggunaan dana BOS, sehingga sekolah bisa mempergunakannya secara lebih longgar, termasuk untuk melakukan perbaikan rinhan kerusakan sekolah yang bersangkutan. Dia juga mengingatkan agar Dana BOS tidak ada yang tersisa. 

"Apalagi sudah ada relaksasi penggunaan dana BOS. Sehingga tidak hanya dipergunakan untuk proses penyelenggaraan PBM, tapi juga untuk kegiatan lain seperti perbaikan sarana dan prasarana lainnya," ucapnya.

Bupati Khairunas yang hadir bersama Kepala Bappeda Yul Amri, Plt. Kadis Pendidikan Irwandi Osmaidi dan beberapa OPD, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan pihak kemendikbud.

Dia juga berjanji untuk segera menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan oleh direktur tersebut.

"Kita akan segera instruksikan OPD terkait untuk dapat segera menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan pak direktur," ujar Khairunas.l

Terakhir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali merespon usulan pembangunan beberapa sarana dan prasarana olahraga di Solsel.

Menpora menyampaikan kesiapannya untuk membantu Solsel sesuai dengan proposal yang disampaikan.

Menurut Zainudin, terkait pembangunan infrastruktur olahraga, saat ini posnya terletak di Kementerian Pekerjaan Umum. Pihaknya hanya bersifat merekomendasikan.

"Kita siap membantu merekomendasikan usulan-usulan yang disampaikan pemkab Solsel ke Kementerian PU nanti," ujarnya.

Bupati yang didampingi Plt. Kadis Pendidikan Irwandi Osmaidi mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan beberapa usulan, diantaranya pengembangan gelanggang olahraga, pembangunan sarpras olahraga atletik, renang, pembangunan sekretariat KONI, dan usulan lainnya.

"Alhamdulillah, pak menteri menyambut baik usulan kita, dan beliau juga berjanji merekomendasikannya ke kementerian PU," terang Khairunas.

Kabag Humas dan Protokol Firdaus Firman menambahkan bahwa Bupati dan Wabup berbagi tugas menemui berbagai Kementerian/Lembaga. Diantaranya bertemu Menko Perekonomian,
Menpora, Menteri Perindustrian, serta beberapa orang Dirjen dan Direktur di berbagai kementerian/lembaga. 

Adapun Kementerian yang berhasil disambangi Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran adalah Menko Perekonomian, Menperin, Menpora, Direktur pengelolaan sampah KLHK, Direktur Pelayanan Medis Rujukan Kemenkes. Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kemenpan RB. Direktur Sekolah Menengah Pertama Ditjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud RI. Direktur Tata Ruang, dan Penanganan Bencana Bappenas. Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukiman. Ditjen Cipta Karya, Kemen PU&PR. Staf khusus Menteri PU&PR. Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Kemendagri pada Ditjen Otoda. (*)

Reporter : Jefli | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]