Polisi masih Buru Pengasuh Ponpes yang Sodomi Tiga Anak di Alahan Panjang


Kamis, 10 Juni 2021 - 23:25:05 WIB
Polisi masih Buru Pengasuh Ponpes yang Sodomi Tiga Anak di Alahan Panjang Kamar di Ponpes M, Natsir yang menjadi lokasi aksi sodomi salah seorang oknum pengasuh.

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Gelar perkara kasus pencabulan anak bawah umur yang dilakukan salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren (Ponpes) M Natsir, Kabupaten Solok sudah selesai. Diketahui pengasuh berinisial MS (29) tersebut sudah ditetapkan tersangka. Pihak kepolisian meralat bahwa korban bukanlah para santri, melainkan anak warga sekitar di lingkungan ponpes.

Kasat Reskrim Polres Arosoka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, sebelumnya polisi sudah memeriksa pimpinan pengurus pondok pesantren, begitu dengan para korban dan orangtuanya. "Kami sudah cek ke lokasi kejadian dan sudah dibatasi dengan garis polisi. Gelar perkara juga sudah dilakukan, kasus ini juga dalam penyidikan karena tersangka sudah ditetapkan," katanya kepada wartawan, Kamis (10/6/2021). 

Dia mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih melacak keberadaan tersangka. Pasca kasus ini terungkap, tersangka diketahui melarikan diri. "Kendalanya saat ini adalah keberadaan tersangka belum diketahui, dia kabur. Pihak kita sedang melakukan perburuan terhadap tersangka," jelasnya.

Baca Juga : Modus Jual Aqua ke Sopir Truk, 10 Orang Ditangkap Polisi di Padang Pariaman

Pihaknya juga telah melakukan visum terhadap para korban. Seluruh korban merupakan pelajar yang masih berusia 10-12 tahun. Modus pencabulan ini, dilakukan tersangka dengan mengajak korban dan diiming-imingi bermain game. Tindakan pencabulan dilakukan di salah satu area pondok pesantren. "Kita sudah cek TKP.  Lokasi pencabulan itu di kamar dan sudah kami segel," tambah Kasat Reskrim.

Rifki menjelaskan, salah satu kamar berupa ruangan terbuka ini biasa digunakan untuk nongkrong. Kamar berada di lantai dua salah satu gedung di pondok pesantren. "Di dalam kamar terdapat karpet. Jadi semacam ruang terbuka dijadikan tempat nongkrong. Ini ruangan sebenarnya untuk pengurus masjid, tempat tinggal pembina," jelasnya. 

Ia menyebutkan sebenarnya selain pengurus tidak diperbolehkan ke kamar ini oleh pimpinan pondok pesantren. Hanya saja, tersangka yang membawa anak-anak hingga melakukan tindakan pencabulan. "Anak-anak tidak boleh main ke sana oleh pimpinan pondok pesantren, kalau tahu diusir. Tapi yang membawa anak ini adalah tersangka," ujarnya. 

Sebelumnya, seorang pengasuh di Pondok Pesantren (Ponpes) M. Natsir di Batu Bagiriak Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok dilaporkan telah melakukan aksi asusila terhadap santrinya. Dia diduga kuat menyodomi santri di Ponpes tersebut. Diketahui, saat ini pengasuh ponpes tersebut melarikan diri dan diburu polisi. (*) 

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]