Kebijakan Baru, Arab Saudi Izinkan Perempuan Hidup Sendiri tanpa Wali


Jumat, 11 Juni 2021 - 14:35:19 WIB
Kebijakan Baru, Arab Saudi Izinkan Perempuan Hidup Sendiri tanpa Wali Ilustrasi

RIYADH, HARIANHALUAN.COM - Arab Saudi akan mengizinkan wanita lajang, baru bercerai, atau janda hidup sendiri tanpa persetujuan dari kerabat dekat laki-laki yang biasanya menjadi wali mereka. Ini kebijakan baru dari kebiasaan yang selama ini terjadi di negara Timur Tengah tersebut.

Dilansir di Middle East Eye, Kamis (10/6), pengadilan Arab Saudi ultrakonservatif telah menghapus Paragraf B pasal 169 Hukum Acara di hadapan Pengadilan Syariah. Amendemen tersebut akan memungkinkan wanita lajang tinggal di akomodasi terpisah mereka sendiri.

"Seorang wanita dewasa memiliki hak memilih tempat tinggal. Wali seorang wanita hanya dapat melaporkannya jika dia memiliki bukti perempuan tersebut melakukan kejahatan," dalam undang-undang yang diamandemen itu.

Baca Juga : Kim Jong Un Sebut Ketahanan Pangan Korea Utara Terancam

Apalagi jika seorang wanita dipenjara, dia tidak akan diserahkan kepada walinya setelah berakhirnya hukumannya. Menurut pengacara Naif Al-Mansi, amendemen ini memungkinkan wanita memilih hidup terpisah dengan walinya.

"Keluarga tidak bisa lagi mengajukan tuntutan hukum terhadap putri mereka yang memilih hidup sendiri," katanya.

Pada Juli tahun lalu, penulis Saudi Mariam Al-Otaibi memenangkan hak untuk hidup sendiri setelah diadili dan bepergian sendiri tanpa izin ayahnya. Pengadilan mengeluarkan keputusan, dia memiliki hak memilih tempat tinggal.

Al-Otaibi ditangkap tiga tahun sebelumnya setelah melarikan diri dari rumah keluarganya di Al-Rass, 250 mil barat laut ibu kota Riyadh. Dia pindah karena klaim pelecehan oleh ayah dan saudara laki-lakinya.

Awal tahun ini, Arab Saudi mengizinkan wanita berusia 18 tahun ke atas mengubah nama mereka di kartu identitas mereka tanpa izin wali mereka. Pihak berwenang juga mencabut pembatasan perjalanan pada wanita Saudi pada 2019.

Wanita di atas usia 21 tahun diizinkan mengajukan paspor dan bepergian dengan bebas. Tahun sebelumnya, wanita Saudi diizinkan mengemudi, mengakhiri larangan kontroversial selama beberapa dekade.

Perkembangan hukum ini bagian Visi 2030 negara itu, sebuah inisiatif oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi dan mengarahkan Kerajaan menuju bentuk Islam yang lebih moderat. Namun, menurut laporan Human Rights Watch 2016, Kerajaan harus menerapkan reformasi secara bertahap karena masih dipengaruhi oleh interpretasi ketat ulama konservatif yang kuat tentang hukum Islam.(*)
 

Editor : Nova Anggraini | Sumber : republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]