Bitcoin Mulai Memasuki Tren Bearish, Apa Itu?


Jumat, 11 Juni 2021 - 15:57:17 WIB
Bitcoin Mulai Memasuki Tren Bearish, Apa Itu? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Perusahaan perbankan 'raksasa' di Amerika Serikat (AS), JPMorgan Chase melakukan analisa di Bitcoin, bahwa saat ini Bitcoin mulai memasuki tren pelemahan atau bearish.

Menurut laporan Bloomberg Kamis (10/6/2021), tim analis dari JPMorgan, yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou, mengatakan bahwa Bitcoin sudah menunjukkan tanda-tanda tren bearish, meskipun pada perdagangan kemari sempat rebound.

Para analis menjelaskan bahwa pangsa pasar Bitcoin yang relatif tertekan dari total nilai pasar kripto adalah tren lainnya yang mengkhawatirkan.

Baca Juga : Prospek Bisnis Ayam Petelur Masih Menjanjikan di Sumbar

"Kami percaya bahwa kembalinya turunnya Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir telah membentuk sinyal negatif yang menunjuk ke tren bearish," tulis riset mereka dalam sebuah catatan.

Analisis ini didasarkan pada transaksi rata-rata 21 hari dari kontrak (futures) Bitcoin ke-2 yang tersebar di harga spot.

JPMorgan menunjukkan bahwa kurva futures Bitcoin mengalami kemunduran yang dibentuk sebagian besar pada tahun 2018, sebelum Bitcoin turun sebesar 74% setelah kenaikan terbesarnya pada tahun 2017 silam.

Pakar dari perusahaan raksasa perbankan di Amerika Serikat (AS) tersebut juga menunjukkan bahwa Bitcoin kini hanya menyumbang sekitar 42% dari seluruh kapitalisasi pasar kripto, atau turun sekitar 70% pada awal tahun ini.

Analisis ini tentunya akan dilihat oleh banyak orang dan tanda bahwa sebagian besar investor ritel sedang mengangkat koin digital lainnya.

Analis dari bank raksasa AS tersebut menyarankan bahwa setelah Bitcoin mendapatkan kembali bagian setidaknya sekitar 50%, hal itu akan menjadi acuan untuk menentukan apakah tren bearish sudah berakhir atau belum.

Pada akhir April lalu, Panigirtzoglou memprediksikan bahwa Bitcoin akan mengalami koreksi besar, jika tidak segera naik kembali ke level psikologis US$ 60.000. Setelah prediksi dari Panigirtzoglou tersebut, harga Bitcoin langsung terjatuh ke level terendahnya di harga US$ 30.000.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBCindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]