Arti 5 Warna Darah Haid, Hitam Tanda Ada Penyumbatan dalam Vagina


Jumat, 11 Juni 2021 - 21:31:29 WIB
Arti 5 Warna Darah Haid, Hitam Tanda Ada Penyumbatan dalam Vagina Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Saat haid, warna darah yang dikeluarkan bervariasi, mulai dari hitam, merah, hingga coklat. Ini juga dipengaruhi oleh faktor usia dan penyakit yang diderita.

Darah yang tinggal cukup lama di dalam harim akan bereaksi dengan oksigen dan sempat teroksidasi hingga berwarna gelap. Perubahan hormonal dan kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi warna dan tekstur darah menstruasi.

Dilansir dari Medical News Today melalui Kompas.com, Jumat (11/6/2021), berikut adalah arti warna darah menstruasi bagi kesehatan.

Baca Juga : Stok Vaksin Makin Menipis di Kota Pekanbaru

1. Hitam

Darah menstruasi yang berwarna hitam bisa muncul di awal atau akhir periode menstruasi. Warna hitam merupakan tanda darah tua atau darah yang membutuhkan waktu lama untuk keluar dari rahim. Awalnya, darah berubah warna menjadi coklat atau merah tua hingga akhirnya berwarna hitam.

Darah hitam terkadang juga bisa menunjukkan adanya penyumbatan di dalam vagina. Gejala lain penyumbatan vagina meliputi demam, sulit buang air kecil, keputihan berbau busuk, dan gatal.

2. Coklat atau merah tua

Seperti darah berwarna hitam, darah berwarna coklat atau merah tua adalah warna dari darah tua yang mungkin muncul di awal atau akhir menstruasi. Darah coklat atau merah tua belum lama teroksidasi dalam rahim, tidak seperti darah hitam, sehingga saat keluar warnany tidak terlalu gelap.

Darah atau bercak berwarna coklat bisa juga menjadi tanda awal kehamilan yang oleh dokter disebut sebagai pendarahan implantasi. Bercak coklat selama kehamilan juga dapat mengindikasikan keguguran atau kehamilan ektopik, yakni ketika sel telur yang dibuahi ditanamkan di tuba falopi, bukan di rahim.

3. Merah terang

Darah merah terang menunjukkan darah segar dan aliran yang stabil. Periode menstruasi bisa dimulai dengan pendarahan merah terang dan menjadi gelap menjelang akhir periode. Bercak darah merah di antara siklus menstruasi mungkin merupakan tanda dari infeksi menular seksual, seperti klamidia atau gonore.

Pertumbuhan di lapisan rahim yang disebut polip atau fibroid juga dapat menyebabkan pendaraha hebat yang tidak biasa.

4. Merah muda

Bercak atau darah berwarna merah muda dapat muncul ketika darah menstruasi bercampur dengan cairan serviks. Menggunakan kontrasepsi hormonal dapat menurunkan kadar estrogen dalam tubuh yang menyebabkan aliran lebih ringan dengan warna merah muda selama periode.

Selama kehamilan, keluarnya cairan berwarna merah muda juga dapat terjadi bersamaan dengan kram yang mungkin mengindikasikan keguguran.

5. Abu-abu

Darah berwarna abu-abu biasanya merupakan tanda bakterial vaginosis, suatu kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di vagina.

Gejala lain dari vaginosis bakteri meliputi gatal di dalam dan sekitar vagina, bau busuk dari vagina, dan buang air kecil yang terasa menyakitkan. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]