Butuh Dana Cepat? Lima Aset Ini Bisa Jadi Agunan di Bank


Jumat, 11 Juni 2021 - 21:48:18 WIB
Butuh Dana Cepat? Lima Aset Ini Bisa Jadi Agunan di Bank Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bagi Anda yang membutuhkan dana cepat, tidak perlu panik. Pasalnya, untuk mengajukan kredit ke bank bisa menggunakan 5 (lima) jenis aset berharga ini sebagai agunan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1992 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Pada prinsipnya, jaminan kredit adalah kelayakan usaha berupa arus uang usaha peminjam, namun ada kalanya bank membutuhkan agunan berupa aset untuk lebih meningkatkan keyakinan dari pihak bank.

Baca Juga : Andi Rahman Dorong Daerah Manfaatkan BSN di Riau

Mengutip laman sikapiuangmu.ojk.go.id melalui kompas.com, Jumat (11/5/2021), agunan ini memiliki fungsi sebagai alat pengaman atau alat untuk mengurangi risiko akhir atau bisa juga sebagai fasilitas yang diberikan kreditur (pemberi pinjaman) kepada debitur (peminjam) yang mengalami wanprestasi atau gagal memenuhi kewajiban pembayaran.

Lalu, aset seperti apa yang bisa dijadikan agunan ke bank?

Syarat Aset yang Bisa Dijadikan Agunan

Punya nilai ekonomis, yaitu dalam pengertian dapat dinilai dengan uang dan dapat diuangkan Kepemilikannya dapat dipindahtangankan dengan mudah.

Dapat dimiliki secara keseluruhan berdasarkan hukum dimana pemberi pinjaman punya hak untuk melikuidasi jaminan tersebut.

Jenis Aset yang Bisa Dijadikan Agunan

Agunan Berwujud

Agunan berwujud sendiri dibagi menjadi dua bagian, yakni agunan bergerak dan agunan tidak bergerak. Contoh agunan bergerak adalah kendaraan bermotor seperti mobil, motor, kapal, dan lainnya.

Sedangkan agunan tidak bergerak adalah tanah, properti, logam mulia, mesin pabrik, persediaan barang, hasil kebun atau ternak, dan lainnya.

Agunan Tidak Berwujud

Contoh dari agunan tidak berwujud ini adalah hak paten, hak kekayaan intelektual, surat berharga, obligasi, deposito, dan lainnya.

Proses pengembalian agunan ini juga sangat sederhana, karena agunan tersebut akan diberikan kembali kepada peminjam ketika periode kredit/pembiayaan di bank telah lunas/ selesai.

Namun jika kamu tidak dapat melunasi kewajiban ketika memperoleh kredit/pembiayaan, maka agunan itu tentu saja akan disita dan berpindah tangan menjadi milik bank.

Perhatikan beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan ketika akan mengajukan kredit/pembiayaan agar tidak wanprestasi (macet), diantaranya adalah jangka waktunya, besaran angsuran (dipastikan tidak melebihi 30 persen dari jumlah pendapatan per bulan), jumlah penghasilan/pendapatan, besaran nilai jaminan, tingkat suku bunga/bagi hasilnya.

Jaga reputasi yang baik dengan selalu disiplin dalam membayar angsuran secara tepat waktu.

Jadi, harus bijak dalam memanfaatkan produk kredit/pembiayaan dan gunakanlah untuk sesuatu yang sifatnya produktif (menghasilkan), sehingga tambahan dana tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kedepannya. (*).

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]