Dinilai Berafiliasi Alfamart, IKAPPI Padang Sebut Nagari Mart Lakukan Pembohongan Publik


Jumat, 11 Juni 2021 - 22:22:56 WIB
Dinilai Berafiliasi Alfamart, IKAPPI Padang Sebut Nagari Mart Lakukan Pembohongan Publik Aksi unjuk rasa penolakan Alfamart yang diduga menyamar Nagari Mart. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kehadiran Nagari Mart di Provinsi Sumbar menimbulkan gaduhan masyarakat setempat. Pasalnya Nagari Mart dinilai berafiliasi dengan Alfamart sehingga bisa mengancam stabilitas dan keberadaan pedagang kecil atau UMKM.

Merespon kegaduhan itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Padang, Muhammad Yani menilai yang dilakukan Nasirman Chan selaku Direktur Utama PT Nagari Minang Sakato termasuk kebohongan publik. Sebab, berdasarkan penjelasan kerjasamanya sekitar 80/20 persen, namun setelah itu berubah menjadi 10 persen.

"Pertama dia juga menyatakan tidak ada kerjasama dengan Alfamart. Sementara dengan waktu yang berjalan, bahkan hitungan menit saja dia sudah mengakui bahwa ada kerjasama dengan Alfamart 10 persen," ujar Muhammad Yani.

Baca Juga : Hadiri Wisuda TK dan SMP Adz-Zikra, Wako Padang Hendri Septa Beri 'Reward'

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Muhammad Yani menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak yang terpercaya. Diakui bahwa Nagari Mart bekerjasama dengan Alfamart sampai tiga tahun ke depan.

"Saya juga ditelpon oleh pihak Nagari Mart dan mengajak bertemu, namun saya sebagai aktivis dan putra daerah Pariaman tidak akan termakan bujuk rayu mereka," tegas Muhammad Yani.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Terkait isu adanya kekhawatiran persaingan bisnis, Muhammad Yani membantah tidak ada hubungan dagang dengan Alfamart dan Indomaret.

"Karena ambo mangaleh karambia, di Alfamart ndak ado mangaleh karambia. Jadi tidak ada persaingan bisnis, saya aktivis," ulas Muhammad Yani.

Dengan kehadiran Nagari Mart, kata Muhammad Yani, pedagang di Pasar Lubuk Alung seperti penjualan PMD yang juga menjual minyak goreng, hingga susu. Sekarang ada Nagari Mart pasti juga tersedia di sana sehingga memberi efek terhadap omset pedagang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengaku tidak mau berprasangka buruk terhadap Nagari Mart yang diduga 'menyamar' Alfamart. Lantaran dirinya juga merupakan salah satu pengusaha ritel dan aktivis yang getol menolak kapitalis saat itu.

"Sebetulnya yang dikhawatirkan itu bukan Alfamart nya. Namun sistem pengadaan barang, adanya pemangkasan sistem distribusi, dari produsen langsung ke ritel. Seharusnya prosedurnya kan dari produsen, distributor, grosir baru seterusnya," ujar Evi.

Jika sistem itu dipangkas, menurut Evi, maka akan berdampak kepada distributor, serta grosir. Kalau itu yang terjadi akan berdampak kepada tenaga karyawannya.

Namun berdasarkan yang disampaikan Nasirman Chan selaku Direktur Utama PT Nagari Minang Sakato, kata Evi, secara tidak langsung sudah mengakui adanya bentuk kerjasama dengan Alfamart.

"Tentu itu adalah salah satu bentuk kecolongan bagi pemerintah daerah, terutama pak Gubernur kita yang dulu sangat konsisten dan komitmen (melarang Alfamart, red)," kata Evi.

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]