SUKSESNYA BERAWAL DARI HUMAS OSIS


Senin, 21 Februari 2011 - 00:08:00 WIB
SUKSESNYA BERAWAL DARI HUMAS OSIS

ANIES BASWEDAN

Majalah Foreign Policy memasukan Anies Baswedan dalam daf­tar 100 Intelektual Publik Dunia. Nama Anies Baswedan tercantum sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar yang dirilis majalah tersebut pada edisi April 2008.

Anies berada pada jajaran nama-nama tokoh dunia antara lain tokoh perdamaian Noam Chomsky, para penerima pe­nghargaan Nobel, seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen, serta Vaclav Havel, filsuf, negarawan, sastrawan, dan ikon demokrasi dari Ceko. Sementara, World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anies sebagai salah satu Young Global Lea­ders (Februari 2009).

Baca Juga : Dilarang 3 Lembaga Pemerintah, Komisi VII DPR RI Tetap Dukung Penuh Vaksin Nusantara

Ia juga dinobatkan sebagai rektor termuda di Indonesia. Ia menjadi rektor Universitas Paramadina menggantikan cendikiawan Nurcholish Mad­jid pada usia 38 tahun. Tapi tahukah, semua itu ia dapat dari sebuah pelajaran kecil, ketika menjadi Humas dalam kepengurusan OSIS di waktu SMP?

Tampil mensosialisasikan Gerakan Indonesia Mengajar yang ia rancang di LPMP Padang, Anies menceritakan, keseriusan merupakan modal awal untuk mencapai ke­hidupan yang lebih baik.

Ketika kelas 2 SMP, Anies ditunjuk sebagai Humas OSIS. Ini posisi tidak menyenangkan, sebab, tugasnya hanya satu: mengabarkan kematian.

Seksi Humas, lebih dikenal ‘seksi kematian’, masuk dari lokal ke lokal untuk meminta sumbangan. Setiap ada ke­matian, Anies tampil paling depan. Tidak banyak yang tahan di posisi itu. Kadang, menurutnya, bukan karena tugas, tapi asumsi yang terlanjur melekat.

Anies tak seperti yang lain. Ia bertahan di posisi itu sampai selesai masa kepengurusannya. Satu-satunya yang menjadi alasan: ia menjadi terkenal. “Tidak ada yang tidak mengenal Anies Baswedan ketika itu,” tuturnya.

Bahkan, Anies lebih ter­kenal daripada Ketua OSIS sendiri. “Barangkali, karena banyak yang meninggal, ma­kanya wajah saya sering dilihat orang,” ujarnya sambil ter­senyum.

Namun, hikmah yang ia peroleh, pekerjaan, bila di­lakukan dengan sungguh hati, pasti akan memperoleh manfa­at, kadang tanpa disadari. (adk)

Majalah Foreign Policy memasukan Anies Baswedan dalam daf­tar 100 Intelektual Publik Dunia. Nama Anies Baswedan tercantum sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar yang dirilis majalah tersebut pada edisi April 2008.

Anies berada pada jajaran nama-nama tokoh dunia antara lain tokoh perdamaian Noam Chomsky, para penerima pe­nghargaan Nobel, seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen, serta Vaclav Havel, filsuf, negarawan, sastrawan, dan ikon demokrasi dari Ceko. Sementara, World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anies sebagai salah satu Young Global Lea­ders (Februari 2009).

Ia juga dinobatkan sebagai rektor termuda di Indonesia. Ia menjadi rektor Universitas Paramadina menggantikan cendikiawan Nurcholish Mad­jid pada usia 38 tahun. Tapi tahukah, semua itu ia dapat dari sebuah pelajaran kecil, ketika menjadi Humas dalam kepengurusan OSIS di waktu SMP?

Tampil mensosialisasikan Gerakan Indonesia Mengajar yang ia rancang di LPMP Padang, Anies menceritakan, keseriusan merupakan modal awal untuk mencapai ke­hidupan yang lebih baik.

Ketika kelas 2 SMP, Anies ditunjuk sebagai Humas OSIS. Ini posisi tidak menyenangkan, sebab, tugasnya hanya satu: mengabarkan kematian.

Seksi Humas, lebih dikenal ‘seksi kematian’, masuk dari lokal ke lokal untuk meminta sumbangan. Setiap ada ke­matian, Anies tampil paling depan. Tidak banyak yang tahan di posisi itu. Kadang, menurutnya, bukan karena tugas, tapi asumsi yang terlanjur melekat.

Anies tak seperti yang lain. Ia bertahan di posisi itu sampai selesai masa kepengurusannya. Satu-satunya yang menjadi alasan: ia menjadi terkenal. “Tidak ada yang tidak mengenal Anies Baswedan ketika itu,” tuturnya.

Bahkan, Anies lebih ter­kenal daripada Ketua OSIS sendiri. “Barangkali, karena banyak yang meninggal, ma­kanya wajah saya sering dilihat orang,” ujarnya sambil ter­senyum.

Namun, hikmah yang ia peroleh, pekerjaan, bila di­lakukan dengan sungguh hati, pasti akan memperoleh manfa­at, kadang tanpa disadari. (adk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]