Potensi Bawang Putih Kabupaten Solok Dilirik Jepang


Kamis, 16 Januari 2014 - 02:49:00 WIB
Potensi Bawang Putih Kabupaten Solok Dilirik Jepang

AROSUKA, HALUAN — Potensi sumber daya alam Kabupaten Solok dalam bi­dang agro­bisnis menarik minat pengu­saha Jepang untuk sungguh-sungguh menanamkan inves­ta­sinya di daerah itu. Sebelumnya Pemkab Solok juga telah menerima Konsulat Jenderal (Konjend) Jepang untuk Sumatera, Mr Shiro dan Yumiko berkunjung ke kantor Bupati Solok di Arosuka beberapa waktu lalu.

Pertemuan  itupun dilanjutkan dengan keha­diran tiga orang investor Jepang yang ingin  me­lakukan survey ke lahan hor­ti­kultura di ka­wasan lembah Gumanti. Di­pimpin oleh  oleh salah seo­rang pejabat Konsul Jepang, Uehara Shunji, rombongan pe­ngusaha ini di jamu oleh Pe­merintah Kabupaten Solok di Gues Houst Arosuka, Selasa (14/1).

Baca Juga : Beribadah Saat Pandemi, Pemkab Agam Imbau Masyarakat Waspada Penyebaran Covid-19

Pada kesempatan itu Bupati Solok diwakili Asisten II Bidang Pem­bangunan H. Yunasman kepada Haluan  menye­butkan kehadiran pengu­saha agribisnis dari negeri Sakura Jepang ini meru­pakan kunjungan ke dua yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada tanggal (12/12) silam.

Seperti kunjungan sebe­lumnya, kemarin romb­o­ngan dari negara Jepang yang dipimpin Uehara Shunji, dipandu oleh penter­jemah bahada Erlim Con­tessa, yang juga merupakan Caleg DPR-RI dari Partai Nasdem. Sedangkan dari pemkab. Solok, selain Yunasman, juga ikut me­nyam­but kepala Bappeda Taufik Effendi, Kepala Mkoperindag Harwendi, WaliNagari Sungai nanam serta H. Yan Hiksas Dt.­Tanali, SE, MM, caleg DPR-RI dari partai Golkar dalam kapasitasnya juga sebagai penterjemah.

Baca Juga : Penyaluran BST Kemensos Hari Ketiga, Rp467 Juta Lebih Dikucurkan ke 779 Warga

Pengusaha dari Jepang, ucap Yan Hiksas, tam­paknya memiliki kesung­guhan  menjalin kerjasama dengan masyarakat petani hortikultura di Kabupaten Solok. Rencana ini  tentu­nya merupakan angin segar bagi Pemerintah Kabuapten Solok. Paling tidak, dengan kerjasama ini potensi sum­berdaya alam daerah ini akan lebih  bersaing dengan produk negara lain, baik dari segi  kualitas dan bahkan pema­saran.

Dengan harapan bisa menggeser negara China sebagai negara pengimpor Ba­wang Putih, pe­ngusaha Ka­gawa Ken melihat po­tensi besar di Kabupaten Solok. Dalam kon­sep­nya, kerja­sama yang dilakukan dengan ma­sya­rakat secara peo­pel to people (lang­sung), dengan menca­dangkan lahan seluas 40 hektar sebagai areal busi­daya Bawang Putih.

Baca Juga : Pasar Kuliner Padang Panjang Lebih Representatif dengan Tenda Baru

“Tetapi kita menya­rankan agar dibuat payung hukum kerjasama antara pemerintah Kabupaten Solok dengan pemerintah Jepang. Ini akan lebih menjamin kenyamanan berusaha bagi kedua belah pihak,“ kata putra Sulit Air yang juga lulusan Jepang ini.

Sementara itu, juru bicara pengusaha Jepang itu, Erlin Contessa, lebih menjelaskan bahwa Bareh Solok telah terkenal sampai ke Jepang. Sinyalemen itu terlihat dari kesungguhan  Konjend Jepang untuk Sumatera mengirimkan sejumlah pengusaha agar menanam investasi di daerah ini.

Baca Juga : Penyederhanaan Birokrasi, Pemko Lakukan Identifikasi dan Pemetaan Jabatan

Terpisah, Bupati Solok menyambut gembira kesung­guhan pengusaha Jepang memberikan peluang binis yang besar kepada masya­rakat setempat. Peluang itu harus ditangkap oleh petani dengan membuka diri da­lam kaitan kerjasama yang saling mengun­tungkan. ”Kita tentu pula berharap terjadi alih tekhnologi dalam kaitan kerjasama ini,”  ucap Syamsu Rahim

Karena minimnya SDM dan teknologi, masih banyak potensi Kabupaten Solok yang belum tergarap dengan maksimal. Kerjasama bi­dang pertanian hortikultura ini tentunya akan membuka peluang untuk memperoleh tehknologi dalam sektor lain. “Solok, bahkan Sumbar butuh sentuhan teknologi dan pelatihan untuk me­ningkatkan SDM petani,” Ujar Syamsu Rahim. (h/cw-ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]