Kado Tahun Baru 2015


Kamis, 01 Januari 2015 - 21:10:48 WIB
Kado Tahun Baru 2015

Mulai pukul 00.00 WIB, 1 Januari 2015, harga pre­mium turun dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 perliter. Harga solar turun dari Rp7.­500 menjadi Rp7.250 per liter. Kenaikan harga BBM 18 November 2014 lalu benar-benar membuat ma­syarakat panik, karena se­iring dengan itu harga ber­bagai kebutuhan pokok juga melonjak. Lompatan inflasi juga tak terbendung,. Bah­kan inflasi Kota Padang yang tertinggi di Indonesia.

Baca Juga : Bertemu Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli, Ketua DPD RI: Pemerintah Harus Dikoreksi

Tingginya angka inflasi di Kota Pa­dang dibanding daerah lainnya di Indonesia, salah satunya disebabkan mero­ketnya harga cabai, dari harga biasanya sekitar Rp20-30 ribu per kg menjadi Rp80-100 ribu per kg. Kon­sumsi cabai masyarakat Pa­dang atau Sumbar memang tertinggi di Indonesia, kare­na ma­sya­rakat Sumbar se­leranya suka pedas.

Badan Pusat Statistik (B­PS) mencatat inflasi pada November 2014 sebesar 1,5 persen dan laju  inflasi tahun kalendernya 5,75 persen. Angka tersebut lebih  tinggi dibandingkan dengan Okto­ber 2014, di mana terjadi inflasi sebesar 0,47 persen. Adapun pada Novem­ber 20­13 tercatat Indonesia me­ngalami inflasi 0,12 persen.

Baca Juga : Menko Perekonomian-Mentan Salurkan 20 Ribu DOC Ayam Petelur ke Rumah Tangga Miskin

Dari 82 kota IHK, ter­catat seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi ter­ja­di di Kota Padang Su­matera Barat 3,44 persen dan terendah terjadi di Ma­no­kwari Papua 0,07 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditun­jukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

Rinciannya, kelompok bahan makanan naik  2,15 persen,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,71 persen, se­dang­kan kelompok peru­mahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,49 persen. Selanjutnya, kelompok kese­hatan naik 0,43 persen, kelompok pendidikan, rek­reasi, dan olah raga 0,08 persen, serta transpor, ko­munikasi, dan jasa keuangan 4,29 persen. Sementara itu  kelompok sandang meng­a­lami penurunan indeks 0,08 persen.

Harapan masyarakat ten­tu­nya penurunan harga BBM juga akan diikuti turun­nya harga berbagai kebutuhan pokok yang pascakenaikan harga BBM 18 November 2014 terus merangkak naik. Bagi masyarakat Kota Pa­dang dan wilayah Provinsi Sumbar pada umumnya, ke­naikan harga kebutuhan po­kok yang paling terasa terjadi pada cabai merah keriting dan juga beras. Kenaikan harga beras sejak dua bulan belakangan mencapai 20 persen se­­dang­kan cabai kenaikan men­cabai 300 persen.

Kebijakan peme­rin­ta­han Jokowi-JK me­nerap­kan harga/tarif  BBM ber­da­sarkan harga minyak di pasar dunia perlu menye­suaikan dengan kebiasaan yang ada dalam perek­o­nomian Negara kita. Karena selama ini harga BBM dite­tapkan pada harga tertentu  dan tidak tergantung de­ngan harga minyak dunia, sehingga harga pema­sa­ran­nya tetap stabil. Har­­ga ba­rang-barang ju­ga cendrung sta­­bil, karena har­ga BB­­M tidak fluktuatif. Pe­­me­rintah perlu mengubah ke­­biasaan ter­sebut.

Pe­me­rin­­­tah hen­daknya juga mem­pertim­bang­kan de­ngan matang kondisi pere­konomian da­lam negeri di awal tahun 2015, di mana kita saat ini sudah masuk dalam masa pemberlakuan pasar bebas regional atau yang disebut juga dengan Masyarakat Eko­nomi ASE­AN (MEA) 2015. Penur­unan harga BBM mu­dah-mudahan juga diikuti dengan penurunan berbagai harga kebutuhan pokok. Sehingga dengan begitu dapat me­nyebabkan ongkos pro­duksi barang-barang Indonesia yang akan bersaing di pasar MEA 2015 bisa lebih ren­dah. Dengan demikian ba­rang-barang produk In­do­nesia tidak terkapar di MEA 2015.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]