Puluhan Kasus Korupsi Mengendap di Kejati Riau


Ahad, 04 Januari 2015 - 19:34:54 WIB
Puluhan Kasus Korupsi Mengendap di Kejati Riau

20 perkara korupsi yang me­ngen­dap itu di antara­nya, dugaan korupsi pengadaan buku di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau yang telah diting­katkan ke penyidikan sejak tahun 2011 lalu. Dugaan korupsi penge­lolaan keua­ngan pada Sekretariat DPRD Riau, yang sejak Januari 2012 telah dite­tapkan tiga orang tersangka, yakni Najib Susila Dhar­ma (mantan Sek­retaris DPRD Riau periode 2008-2010), Zuanda Agus (mantan Kepa­la Bagian Keuangan Set DPRD Provinsi Riau), serta Muhammad Nazir (mantan Ben­dahara Penge­luaran Set DPRD Provinsi Riau).

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Dugaan korupsi pem­bangunan kawasan Kebun Nopi yang diang­garkan pada Bidang Sumber Daya Air, Dinas PU Riau, yang telah ditingkatkan ke penyi­dikan sejak Mei tahun 2011. Dugaan Korupsi Lampu Penerangan Jalan, Dinas PU Kabupaten Siak yang telah ditingkatkan ke penyidikan sejak tahun 2012 lalu.

Dugaan korupsi pengamanan Pantai Dorak yang dianggarkan Dinas PU Provinsi Riau yang telah ditangani sejak tahun 2013 lalu oleh ketua tim Emiwati SH. Dugaan korupsi Jembatan Timbang Dinas Perhubungan Riau yang juga dita­ngani sejak tahun 2013 lalu.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Kemudian dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial Pemprov Riau ke Universitas Islam Riau sebesar Rp2,8 miliar, yang pada tanggal 30 Januari 2014 lalu menetapkan Said Fazri, Direktur CV GEE dan Emri­zal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIR sebagai tersangka. Se­men­tara Ketua Tim Peneliti Abdullah Sulaiman yang juga Wakil Rektor III belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian dugaan korupsi ke­bun K2I tahun 2006-2009, yang pada tanggal 10 Maret lalu mene­tapkan mantan Kadisbun Riau, Susilo, Armen Hasibuan, mantan Kasubdin Perencanaan Disbun Riau Sofyan Harahap, selaku Tim Teknis Pelaksana Program K2I dan Suban­di Wibisono, Tim Teknis Pelaksana Program K2I, sebagai tersangka.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Dugaan korupsi DAK Pendi­dikan Kab. Kampar tahun 2011-2013, telah ditingkatkan ke penyi­dikan sekitar Mei 2014 lalu. Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Sari Madu, yang telah menetapkan HM Hafaz sebagai tersangka sejak tang­gal 2 Juli 2014 lalu.

Selain itu, beberapa perkara yang diselidiki tim Tindak Pidana Khu­sus Kejati Riau selama tahun 2014 yang masih jalan di tempat yakni, dugaan korupsi jasa Pelabuhan Dumai, duga­an korupsi proyek pendistribusian surat suara Pemilu 2009 di Riau. Dugaan korupsi lahan Camat di Pangkalan Kerinci. Sebe­lumnya telah memeriksa mantan Lurah Pangkalan Kerinci, dan Sekda Kabupaten Pela­lawan Tengku Muklis.

Baca Juga : Menparekraf Optimistis Desa Wisata Jadi Pandemic Winner

Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rokan Hulu, dugaan korupsi Jembatan Siak IV, dugaan korupsi SPPD Fiktif Dispenda Kuan­sing dan dugaan korupsi biaya pene­rimaan mahasiswa di Uni­versitas Riau, telah diperiksa Ben­dahara Pengeluaran Direktorat Fakultas Ekonomi (Fekon) Uni­versitas Riau.

Dugaan korupsi pemasangan tiang PJU, tiang selembayung tahun 2012, dugaan korupsi PAD Riau tahun 2008 pada sektor kontribusi sewa kamar mess Pemprov Riau di Slipi, Jakarta yang belum disetor ke kasda Pemprov Riau senilai Rp117 juta dan korupsi pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 MM pada Dinas PU  Riau tahun 2013 senilai Rp3,4 miliar.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Setia Untung Arimuladi mengatakan, penegakan hukum butuh proses sehingga mem­butuh­kan waktu dan harus mengikuti kaedah-kaedah hukum acara pidana yang berlaku.  (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]