27 Desa Terima Dana Rp 4,57 Miliar dari APBN


Senin, 05 Januari 2015 - 18:17:28 WIB
27 Desa Terima Dana Rp 4,57 Miliar dari APBN

"Dana yang dikucurkan ini, akan kami arahkan untuk pem­bangunan sarana sentra produksi, yang masih terbatas hingga saat ini," ujar Kepala Desa Lumindai, Khairunnas kepada Haluan, Senin (5/1).

Baca Juga : Masih Langgar Prokes, 19 Orang di Pasar Lasi Disanksi

Khairunnas mengatakan, enam dusun yang berada di bawah pimpinannya sangat membutuhkan sarana sentra produksi, terutama jalan yang menghubungkan setiap sentra pertanian warga.

Dari 3.150 jiwa penduduk Lumindai, lebih dari 90 per­sennya menggeluti bidang pertanian dan peternakan, dengan pengembangan komo­diti coklat, kulit manis, serta tembakau.

Baca Juga : Bupati Pesisir Selatan Kunjungi Pos Penyekatan Arus Mudik Lebaran

Sedangkan peternakan, warga Lumindai mengem­bangkan sapi dan kambing. Khusus untuk sapi, warga Lumindai juga menjadi peda­gang yang menjadi pemasok akan kebutuhan sapi untuk Sawahlunto.

"Pemasok sapi Lumindai untuk Sawahlunto, menda­tangkan sapi dari Provinsi Lampung. Sampai di Lumin­dai, dipelihara dan kembali dilepas ke pasaran. Sebe­nar­nya, tidak hanya untuk ke­butuhan Sawahlunto saja, namun juga daerah tetangga," ujarnya.

Menurut Khairunnas, da­­lam penggunaan dana yang diterimanya tersebut direm­bukan dengan seluruh tokoh masyarakat desa. Se­hingga, proses pem­ba­ngunan dapat dilaksanakan secara terbuka dan trans­paran serta terjadi pemera­taan pembangunan.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan, sebelum penggunaan dana desa, meski dilakukan sosialisasi penge­lolaan penggunaan dana tersebut. Sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

"Pemerintah berharap pi­hak Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah dapat mem­berikan pembinaan akan tata cara penggunaan dana yang dikucurkan melalui APBN tersebut," ujar Ali Yusuf.

Sebelumnya, Pakar Hu­kum Tata Negara, Prof. Saldi Isra yang hadir dalam penye­rahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada selu­ruh pengguna anggaran me­wanti-wanti, agar jangan sam­pai salah dalam menggunakan anggaran tersebut.

"Jangan sampai dana desa ini, nantinya menjerat dan membuat seluruh aparat desa yang ada berurusan dengan penegak hukum, karena kesa­lahan dalam menggunakan anggaran tersebut," ujar Direk­tur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas An­dalas itu.

Sebelum mendapatkan ku­cu­ran dana dari APBN, tahun lalu melalui APBD Sawah­lunto memberikan kucuran anggaran sebesar Rp125 juta untuk setiap desa yang ada di lingkup daerah yang kini te­ngah gencar mengembangkan sektor pariwisata tersebut. (h/dil)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]