Konsep DIM Perlu Lebih Diperdalam


Senin, 05 Januari 2015 - 18:25:29 WIB
Konsep DIM Perlu Lebih Diperdalam

Manurutnya, konsep DIM ini harus dipertegas kembali oleh pengusul. Sejauh ini wacana DIM ini masih belum menggambarkan bentuk keistimewaan Minangkabau nantinya.

Baca Juga : Jelang Safari Ramadan, Hendri Septa Berikan Arahan Pada 66 Pengurus Masjid dan Musala

“Perlu kajian mendalam terkait DIM ini. Apa dampak yang dirasakan Sumbar nantinya kalau memang DIM ini benar-benar terwujud. Ini perlu diperjelas,” ungkap Mardi.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa secara aspek sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya juga harus dikaji.

Baca Juga : Pembangunan Sea Wall di Padang Telan Anggaran Rp19,1 Miliar

“Apabila ini sudah jelas, kita dari Pemprov siap memfasilitasi untuk dibawa ke tingkat pusat,” kata Mardi.

Sebelumnya, ga­gasan pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) oleh Mochtar Naim mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bahkan Gubernur Sumbar Irwan Prayit­no akan membawa usulan pemben­tukan DIM tersebut kepada pemerintah pusat di Jakarta.

Baca Juga : Ragam Tradisi Jelang Ramadan, Begini Tanggapan Cadiak Pandai di Padang

Sebelumnya, gagasan pem­bentukan DIM ini juga menda­pat dukungan dari tokoh adat antara lain Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumbar  M Sayuti Dt Rajo Penghulu, Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Raudhah Thaib dan Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Irfianda Abidin.

Gubernur menilai, dengan pembentukan DIM banyak manfaat yang akan diperoleh Sumbar.

Baca Juga : Jelang Puasa, Masyarakat Padang Mulai Laksanakan Ziarah Kubur

“Nanti kita akan mengu­sulkan kepada Pemerintah Pusat untuk menjadikan Sumbar Daerah Isimewa Minangkabau, karena pada dasarnya nagari bersifat istimewa pada dua kata kunci yaitu, nagari mempunyai hak-hak asal usul dan nagari mempu­nyai susunan asli,” ucap Irwan Prayitno.

Hal ini diungkapkan Gu­bernur Sumbar Irwan Pra­yitno saat menghadiri diskusi panel yang diadakan Lembaga Kera­patan Adat Alam Mi­nangkaabu (LKAAM) Sumbar di Hotel Pangeran City Sabtu (13/12) lalu.

Diskusi itu diikuti ratusan anggota  Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan LKAAM se-Sumbar.

Ditambahkan Irwan, masih banyak keistimewaan lain yang ada di Sumbar, karena pada dasarnya nagari dan sistemnya telah berjalan selama lebih dari ratusan tahun sebelum adanya pergub, maupun Perda.

“Orang Minang yang ada di Indonesia akan sukses apabila dia tetap memakai ajaran dan adat Minangkabau sepenuhnya. Dan kebalikannya, apabila mereka tidak memakai ajaran adat yang seharusnya akan membuat hidupnya salah dan tidak akan sukses,” ujar gubernur.

Gubernur minta agar ma­syarakat menghidupkan kembali semua ajaran-ajaran yang masih hidup, karena semua itu tak akan pernah kadaluarsa. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]