Menghadirkan Lagi Kepribadian Rasulullah SAW


Senin, 05 Januari 2015 - 18:29:36 WIB
Menghadirkan Lagi Kepribadian Rasulullah SAW

Tidak berhenti di sana, berbagai musibah dan bencana alam menghampiri negeri ini menambah catatan derita  rak­yat yang semakin payah. Sebut saja, banjir dan longsor yang terjadi belakangan tidak hanya menghancurkan harta benda tetapi juga menghilangkan  puluhan nyawa. Terakhir mu­sibah yang masif diberitakan  media adalah kecelakaan  pe­sawat Air Asia dengan  tewas­nya  ratusan  penumpangnya yang memilukan hati.

Baca Juga : Menjelang Rabu Pahing, Bisik-bisik Reshuffle Kabinet Makin Kencang

Begitulah rentetan  peris­tiwa   duka  yang terjadi di penghujung tahun 2014 yang hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semuanya dalam memperbaiki nasib negeri tercinta. Kita harus menga­dakan evaluasi dan berusaha mencari solusi dalam menga­tasi setiap persoalan dan masa­lah secara menyeluruh sehing­ga masa depan negeri  ini akan lebih cerah lagi. Makanya dengan momen peringatan Mau­lid Nabi  kita harus mam­pu menghadirkan  kembali kepribadian Rasulullah SAW baik dalam kehidupan pribadi ataupun kehidupan bernegara termasuk dalam menye­lesai­kan setiap  masalah.

Kepribadian Rasulullah SAW

Baca Juga : Waspadai 10 Wilayah Ini Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat

Dalam mengemban tugas dakwah dan membangun umat, hidup Rasulullah SAW tidak sepi dari ujian dan musibah. Rasulullah SAW merasakan sekali betapa beratnya ujian dan tantangan dalam mengem­ban amanah suci. Semua ujian  tidak menyurutkan langkah beliau, dalam melaksanakan amanah, tapi justru memompa sema­ngatnya dalam mem­ba­ngun bangsa. Salah satu sebab keber­hasilan Rasulullah da­lam mengem­ban tugas mu­lia adalah kepribadian luar biasa yang dimilikinya. Hen­daknya men­jadi perhatian juga bagi kita  semua terutama pemim­pin bangsa.

Ada  empat sifat pokok yang dimiliki  Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas hi­dup­nya yang menghiasi di­rinya. Pertama, Siddiq (benar atau jujur).  Sifat siddiq merupakan kunci dalam meraih kesuk­sesan. Orang yang berkata jujur  dan berprilaku benar  akan memudahkan dirinya dalam melakukan aktivitas harian­nya. Hal inilah yang menye­bab­kan Rasulullah SAW suk­ses melaksanakan misi dak­wah sehingga lahirlah umat yang terbaik (khairu umat) dalam sejarah panjang ke­hidupan manusia.

Baca Juga : Bantah Kabar Meninggal, Ustad Zacky Mirza Buat Video dari Rumah Sakit

Makanya, negeri ini akan selamat dari kehancuran apa­bila pemimpin dan rakyatnya berlaku jujur dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Peme­rintah harus menjadikan keju­juran skala prioritas  dalam membangun bangsa yang be­sar. Pendidikan kejujuran me­ru­pakan suatu hal yang penting dan harus menjadi program yang nyata dalam pendidikan. Nah, dengan demi­kian  ber­bagai masalah korupsi dan kejahatan lainnya dapat diatasi karena jiwa kejujuran sudah membudaya dalam hidup war­ga negara yang merupakan hasil pendidikan kejujuran sejak usia dini.

Kedua, fathanah (cerdas), sifat lain yang melekat dalam pribadi Rasulullah SAW ada­lah kecerdasan dalam menja­lani kehidupan dan juga me­nye­lesaikan masalah. Dalam menyelesaikan masalah Rasu­lullah SAW, berusaha secara seksama dan bijaksana sehing­ga masalah tersebut dapat diatasinya tanpa menimbulkan masalah  baru. Beliau tidak hanya mengandalkan akal pikiran semata dalam menye­lesaikan masalah, tetapi juga menghadirkan hati nurani dalam mengambil suatu pu­tusan yang tepat. Jangkauan ke depan dan akibat yang ditim­bulkan dalam setiap kejadian menjadi bahan pertimbangan penting dalam memutuskan suatu perkara. Banyak sekali peristiwa  sulit yang dihadapi Rasulullah \ SAW, namun dapat diselesaikannya dengan cerdas sehingga memeroleh hasil yang memuaskan .

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Ungkit Perekonomian Masyarakat Melalui Pemberian THR hingga Perlinsos

Makanya, pendidikan kita harus mampu menciptakan peserta didik yang cerdas. Yah, kecerdasan yang paripurna, cerdas secara intelektual, emo­sional dan juga cerdas secara spiritual. Masalah kita hari ini adalah pendidikan  kita lebih menonjolkan kecerdasan inte­lektual dan mengabaikan ke­cer­dasan emosional dan spi­ritual. Akibatnya banyak orang yang pintar namun tidak mam­pu mengendalikan emosinya dan rendah pengamalan nilai spritualnya. Korupsi dan ke­jahatan lainnya terjadi dise­babkan oleh lemahnya  nilai spiritual yang dimiliki sese­orang. Agar negeri ini ter­hindar dari berbagai masalah maka pendidikan kita harus mampu menghasilkan pribadi yang cerdas secara paripurna sebagaimana yang dike­muka­kan di atas.

Ketiga, tabligh (menyam­paikan kebenaran ). Sifat ini­lah yang dimiliki Rasulullah SAW dalam membangun ne­ga­ra. Rasulullah SAW dalam membangun negara, terlebih dahulu membangun warga atau umatnya yang akan me­ngisi negara tersebut. Melalui dakwah dan tabligh yang teren­cana dan melembaga maka umat merasakan manfaatkan tabligh dan juga berusaha me­nyam­paikan kebenaran dan kebaikan pada orang lain se­hing­ga lahirlah umat yang menjunjung nilai kebaikan dan kebenaran.

Di negeri ini nilai kebe­naran dan kebaikan terasa begitu mahal. Akibatnya ber­ba­gai kejahatan dan kemak­siatan merajalela. Korupsi dan kejahatan lainnya itu terjadinya karena tidak tegaknya misi tabligh secara sempurna. Ter­kesan dalam masyarakat bah­wa tugas dakwah dan ta­bligh hanya tugas  orang tertentu saja (ulama atau mubaligh) sehing­ga berbagai kejahatan tak ter­bendunggi karena tidak ada­nya semangat untuk saling mengingatkan. Makanya, pen­di­dikan kita harus mempu melahirkan peserta didik yang memiliki semangat bertabligh (saling mengingatkan) dalam rangka membangun bangsa yang besar ini dengan segala problemanya.

Keempat. Amanah (diper­caya). Keberhasilan misi dak­wah Rasulullah juga dise­bab­kan oleh sifat amanah yang di­mili­kinya. Rasulullah adalah sosok pribadi yang paling a­manah sehingga dapat me­mikat hati umat dalam me­nerima dakwahnya. Makanya, agar negeri ini terlepas dari be­rbagai masalah, pemimpin dan rak­yatnya juga harus a­manah dalam men­jalankan fungsi dan pe­rannya masing-masing. Dengan demikian ke­jayaan negeri ini akan ter­wujud apabila pe­mim­pinnya amanah dan rakyatnya be­rusaha membantu pemim­pinnya. **

 

DEDI IRWAN
(Guru  PAI SMAN 2 Batusangkar)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]