Bekerja Nyaman, Omzet Jutaan


Senin, 05 Januari 2015 - 18:34:51 WIB
Bekerja Nyaman, Omzet Jutaan

“Ternyata saya tidak bisa membohongi diri sendiri. Jiwa dagang saya rupanya lebih besar dari jiwa bekerja sebagai karyawan ataupun sebagai pengajar. Karena itulah saya memutuskan pilihan menjual pulsa keliling, saya merasa nyaman dengan pilihan ini. Meskipun berjualan dengan sepeda, namun selain mudah menyelip ke mana-mana, de­ngan sepeda kesehatan turut terjaga,” ucap Hendri mem­buka pembicaraan sambil me­mancing tawa.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Haluan berkesempatan ber­temu Hendri di Gang Seng­gol, tepat di samping Kantor Pos Padang. Tampilannya yang unik dengan kemeja bran­ding dari salah satu provider, Hendri mengayuh sepeda ber­plank merk Malala Cellular Keliling Dunia Jual Pulsa. Saat di­ham­piri Haluan, kebetulan Hendri sedang menagih pem­ba­­yaran saldo di salah satu konter.

“Saya tamat kuliah D III dan sempat bekerja. Dulu ta­hun 2008 pernah jadi guide, sete­lah gempa 2009 saya ber­henti. Karena cukup cakap berbahasa Inggris, saya me­ngajar di salah satu sekolah interna­sional dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Selain itu saya juga membuka private Bahasa Inggris di rumah. Herannya saat itu saya sempatkan juga berdagang keripik dan pulsa di Pasar Raya. Setelah dijalankan berbarengan selama setahun, saya merasa tak cukup waktu dan akhirnya memilih fokus menjual pulsa sampai sekarang,” ujar Hendri memulai kisahnya.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Ia meneruskan, menjual pulsa keliling baginya cukup mengun­tungkan dari segi ekonomi. Selain bisa memenuhi kebutuhan sendiri, Hendri juga ikut meringankan be­ban orangtua yang tinggal di kam­pungnya, di Bonjol Kabupaten Pasaman. Hebatnya lagi, hanya dengan berjualan pulsa keliling, Hendri bisa ikut membiayai sekolah adik-adiknya hingga tamat. “Adik-adik saya sudah tamat pendidikan dan sudah pada menikah. Saya sendiri mudah-mudahan tahun ini menikah dengan calon pilihan sen­diri,” ucapnya sumringah.

Meskipun bisnisnya terkesan lucu dan mengedepankan keunikan, ternyata perputaran uang yang dija­lan­kan Hendri bukan main-main. Bayangkan, dalam sehari Hendri bisa menjual pulsa elektrik sebanyak Rp2 juta dan pulsa token listrik sebanyak Rp2 juta. Total rata-rata Rp4 juta penjualan dengan keuntu­ngan di kisaran Rp200-250 ribu dalam seharinya. Itu artinya dalam sebulan Hendri memiliki keun­tungan bersih sekitar Rp6 sampai Rp7 juta.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

“Saya bukan menjual pulsa ece­ran saja. Ada pulsa token listrik dan juga mengisi saldo pedagang pulsa di beberapa konter. Untuk token puls­a, pelanggan terdiri dari bebe­rapa toko, kantor dan kafé di Kota Padang, yang rata-rata pengeluaran listriknya berjumlah jutaan dalam sebulan. Saya berjualan dengan berkeliling saja, sesuai dengan nama Malala Celluler yang saya gunakan. Tagline saya, Jual Pulsa Keliling Dunia. Sedangkan pelanggan berasal dari kalangan pedagang di Pasar Raya, masyarakat, bule dan lain-lain. Pelanggan ada yang tinggal di Pa­dang, Pariaman, Mentawai bahkan ada bule yang bolak-balik Padang-Singapura,” tuturnya bangga.

Setelah melayani pengisian pulsa seorang pelanggan yang memesan lewat ponsel, Hendri melanjutkan ceritanya. Dalam 3 atau 4 hari ia biasa mengisi saldo sebanyak Rp10 juta. Sedangkan jumlah modal tetap yang terus berputar pada pelanggan, lebih kurang sebanyak Rp40 juta.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Saya berpandangan, dimana kita nyaman sebaiknya di situlah kita fokus bekerja. Saya merasa nyaman berdagang seperti ini, karena itulah saya bertahan dan bisa berkembang. Untuk keuntungan, asalkan tekun dan mau berusaha maka keuntungan akan datang dengan sendirinya,” tambahnya lagi.

Hendri mengaku, banyak orang yang sinis dan menganggap dirinya tidak bekerja sesuai dengan pen­didikan dan gelar yang ia miliki. Tapi Hendri menyayangkan orang-orang tersebut yang tak bertanya langsung kepadanya sebelum menilai peker­jaannya. Menurutnya sebatas peker­jaan itu halal dan tidak melanggar aturan agama, maka keuntungan akan datang dengan sendirinya, bahkan dari tempat yang tidak diduga-duga.

Dalam berusaha, tentu ada manis dan pahit yang akan dirasakan. Begitupun dengan usaha pulsa keliling yang dilakoni Hendri. Ia mengaku bagian tersulit dalam menjalankan usaha adalah saat penagihan hutang pada beberapa pelanggan yang bandel. Tapi Hendri mengaku banyak belajar dari penga­laman, sehingga tidak mau jatuh di lubang yang sama.

“Sudah biasa kita temukan dalam masyarakat. Uang ada, tapi mem­bayar utang itu yang malas. Saya banyak belajar dari pengalaman dengan pe­lang­gan. Bagi mereka yang sering tak tepat janji membayar utang pulsa, atau kerap mengundur pem­bayaran, saya akan memutuskan langganan secara sepihak. Sejak pertama kali berjualan pulsa, tak kurang dari Rp30 juta utang pelang­gan yang tak tahu ujung pang­kalnya. Tapi saya yakin, Tuhan sudah menga­tur rezeki kita asal mau ber­usaha. Buktinya usaha saya masih laris manis, rencananya akan saya kem­bangkan dengan menawarkan lang­ga­nan token pulsa di hotel-hotel be­sar,” ujarnya menutup pem­bicaraan.***

 

Oleh :
JULI ISHAQ PUTRA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]