Mantan Satpam SMA Terancam 15 Tahun Penjara


Selasa, 06 Januari 2015 - 18:34:13 WIB

Kronologis kejadian berawal pada hari Minggu (28/9), sekitar pukul 19.25 WIB malam, dimana korban Mira, yang kebetulan melintas di depan rumah terdakwa Refri, di Batung Taba, Lubeg saat pulang kerja. Saat itu terdakwa yang baru pulang menembak ikan di sungai berupaya menegur korban, tetapi tak dijawab. Refri kembali menegur, namun dijawab dengan kata-kata tak mengenakkan oleh korban.

Mendapat jawaban kasar dar kor­ban Mira, membuat terdakwa naik pitam dan melempar batu ke arah Mira yang mengenai leher bagian bela­kangnya. Akibatnya korban jatuh tersungkur,” sebut Jaksa Beatrik, saat mebacakan dakwaan dipersidangan.

Akibat lemparan batu ini, sebut JPU lagi, korban Mira terjatuh kearah sebelah kiri dari badan jalan dengan kondisi kepala korban terhempas batu. Selanjutnya, terdakwa mulai mendekati korban, dan mengangkat korban de­ngan cara memegng kerah baju bagian belakang korban menggunakan tangan kiri. “Tangan kanan terdakwa me­megang pinggang korban. Korban lalu dilempar kearah semak oleh ter­dakwa,” lanjut JPU.

Disini, wajah korban kembali me­ngenai batu yang ada disekitar tempat terdakwa membuang korban ini. “Se­telah itu, terdakwa langsung men­yetubuhi korban,” tambah JPU.

Usai menyetubuhi korban, ter­dakwa kemudian meletakkan korban Mira dibawah tebing dekat tepi sungai dan mengumpulkan sepatu serta jilbab yang digunakan korban. Setelah itu, barang korban ini dimasukkan ke dalam tas milik korban oleh terdakwa dan melemparnya ke sungai. “Sedang handphone dan uang korban diambil terdakwa,” urai Jaksa Beatrik lagi.

Sementara, terdakwa yang meng­gunakan rompi tahanan ini hanya bisa tertunduk mendengar dakwaan yang dibacakan JPU tersebut. Pada sidang perdana yang digelar pada pukul 09.00 WIB ini, hampir tidak terlihat keluarga korban maupun puhak keluarga ter­dakwa yang hadir menyaksikan proses sidang perdana pembunuhan terhadap Mira Juita, sang karyawati toko tersebut.

Perbuatan terdakwa ini menyebabkan korban Mira Juita meninggal dunia. Hal ini dibuktikan dengan visum at repertum nomor 03/OTP/IPJ/IX/2014 tanggal 8 Oktober 2014 yang dikeluarkan oleh RSUP M. Djamil Padang. Perbuatan terdakwa ini, diatur dan diancam pasal 351 ayat (3) jo pasal 290 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun.

Usai pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini, majelis hakim kemudian menunda sidang selama satu minggu dengan agenda keterangan saksi. (h/hel)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM