Anak Perempuan Lebih Dekat ke Ayah


Rabu, 07 Januari 2015 - 18:17:11 WIB
Anak Perempuan Lebih Dekat  ke Ayah

Anak belum memahami intrik, persaingan dalam berhubungan dengan orang tua. Ketika anak ingin berdekatan dengan ibu maka ia akan mendorong pergi ayahnya. Hal ini bukan karena ayah dianggap saingan, tapi lebih karena “saat ini aku mau sama ibu, tidak sama ayah”. Sebaliknya, ketika anak ingin dekat ayah, ia mungkin akan menolak ajakan dan rayuan ibu untuk menggendongnya.

Baca Juga : 10 Game PC Gratis Terbaik yang Wajib Kamu Coba, Ini Daftarnya

Pada tahap usia 30-48 bulan anak mulai membentuk sistem relasi segi tiga antara anak dengan kedua orang tuanya (triangular relationship-three person system). Anak mulai memperhatikan hubu­ngan antara dirinya sendiri, ayah, dan ibunya. Pada saat ini, jika anak membutuhkan ibunya, maka ayah dianggap lawannya dalam meraih perhatian ibu. Demikian juga sebaliknya.

Pada saat memasuki tahap sistem relasi segi tiga ini, perbedaan sikap ayah terhadap anak perempuan dan anak laki-laki akan sangat mempengaruhi bekerjanya sistem ini. Ayah biasanya jauh lebih lembut dalam bersikap dan bertutur kata dengan anak perempuannya. Ayah juga banyak mengalah pada tuntutan anak perempuannya. Sebaliknya, dengan anak laki-laki biasanya jauh lebih ‘kasar dan keras’.

Baca Juga : Dear Ladies, Begini Naik Motor yang Aman dan Menyenangkan

Ibu terlalu banyak aturan

Biasanya aturan yang diterapkan ibu jauh lebih banyak dari ayah. Figur ibu menjadi sosok yang tidak me­nyenangkan, penuh peraturan dan terkadang menimbulkan rasa segan karena aturan-aturan yang dibuatnya.

Baca Juga : Jangan Sampai Dehidrasi saat Berpuasa, Bisa Merusak Mood Anda

Sesekali ayah juga dengan gampang mengalah atau mem­berikan bantuan-bantuan kecil. Ayah merupakan orang yang mengasyikkan untuk ‘melawan’ segala aturan ibu. Ayah sering dianggap figur yang menyenangkan dan penuh kehangatan bagi anak perempuannnya. Oleh karena itu, kedekatan anak perem­puan dan ayahnya akan menja­di lebih intens pada akhirnya. Sebaliknya kedekatan dengan ibu semakin berkurang.

Apakah ini akan menimbulkan masalah?

Baca Juga : Telkomsel Hadirkan Solusi Keamanan bagi Para Pelaku Bisnis dan Pelanggannya

Anak dekat dengan siapapun sebenarnya tidak masalah, namun yang penting ayah dan ibu sebaiknya bersi­kap konsisten dalam mene­rapkan disiplin. Bila tidak, akan membuat salah satu pi­hak menjadi pribadi yang ‘tidak menyenangkan’ bagi anak. Jadi, tidak ada lagi istilah anak mama atau anak papa. (h/blg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]