LSM Desak Pemerintah Periksa Material Aspal


Rabu, 07 Januari 2015 - 18:35:24 WIB
LSM Desak Pemerintah Periksa Material Aspal

“Kita bisa lihat apa yang terjadi selama ini di jalan lintas barat Sumatera. Sejumlah proyek pelebaran dan perbaikan jalan telah berlangsung, namun jalan yang diperlebar dan diperbaiki cepat rusak. Ini pasti ada yang salah dari proses pengerjaan jalannya,” katanya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 101, Sembuh 158, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Untuk itu, kami mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten membentuk tim yang bertugas memeriksa material pembuat aspal beton. Apakah material sesuai dengan spesifikasi untuk jalan.

Selanjutnya Direktur LSM Swara Pesisir Rizal Mala mengatakan, untuk memeriksa material yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan aspal beton pemprov dan pemkab perlu bekerjasama dengan laboratorium teknik sipil Unand Padang atau lembaga lain sehingga diketahui material layak digunakan atau tidak.

Baca Juga : Hasil Dua Operasi Polda Sumbar, Ratusan Tersangka Sudah Ditangkap

Terkait hal itu Nasrul Abit menyebutkan, jalan nasional yang belum dilebarkan berada dipusat kecamatan dan nagari yang padat penduduk. Pelebaran jalan tahun ini memang belum menyentuh kawasan yang padat penduduk.

“Dapat disaksikan ruas jalan yang masih sempit, misalnya di Ampiang Parak, Air Haji, Balai Selasa dan lainnya. Bangunan diruas yang belum dikerjakan tersebut sangat dekat dengan jalan, jadi perlu upaya ganti rugi,” katanya.

Baca Juga : Wabup Pasaman Sabar AS Minta PMI Jaga Ketersediaan Stok Darah

Disebutkan Nasrul Abit, alokasi pelebaran jalan nasional itu membentang dari Ampiang Parak hingga Air Haji, untuk itu pemkab juga menyiapkan dana ganti rugi.

Sementara itu 1,8 kilometer jalan Nasional Lintas Barat Sumatera yang terdapat di Kampuang Pasar Gompong Kambang Barat Kecamatan Lengayang kondisi sangat buruk, sementara para pengemudi lebih banyak menggunakan jalan pariwisata yang berada di pinggir Pasir Putih Kambang.

Baca Juga : Operasi Antik Singgalang 2021 di Pasaman, 20 Paket Ganja Kering Diamankan

Jalan nasional yang belum diaspal tersebut membentang dari Simpang Lakuak ke Simpang Tiga Padang Rubia. Kondisi jalan tersebut tidak jauh berubah jika dibandingkan dengan tahun 2011 lalu saat jalan tersebut diserahkan ke pemerintah pusat untuk dijadikan jalan nasional.

Kepala Dinas PU Pessel, Pri Nurdin, menyebutkan, hingga kini memang belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait rencana pengaspalan jalan tersebut.”Tidak ada kewenangan daerah untuk mengerjakan jalan nasional tersebut. Namun pada saat rakor dengan provinsi kami selalu sampaikan pentingnya jalan tersebut di aspal,” katanya. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]