Santunan Kematian Terancam Dihilangkan


Rabu, 07 Januari 2015 - 18:39:08 WIB

Menurut Kabag Kesra Ko­ta Padang, Al Amin men­ye­butkan, memang sudah ada proposal yang masuk ke Kesra di awal tahun 2015, tapi jum­lah­nya masih sedikit. Tapi, dia tidak bisa memprosesnya dan masyarakat diminta untuk bersabar. Karena, ini men­yangkut dengan aturan dan undang-undang, bukan ter­ken­dala di Pemko Padang.

“Masyarakat sabar saja dulu, kita masih menunggu keputusan dari Gubernur,” tutur Al Amin.

Sementara itu, Kepala Di­nas Pendapatan Keuangan dan Aset (DPKA) Kota Padang, Syahrul mengakui memang ada surat Gubernur yang di­tuju­kan kepada walikota se-kabupaten dan kota di Sum­bar, bahwa ada beberapa ang­garan yang dicoret, termasuk bansos yang menjadi sumber utama santunan kematian.

Namun, menurut Syahrul, niat dari walikota terpilih sudah disampaikan dalam tahun 2014 dimulai semenjak dilantik. Jadi, jika program Walikota Padang hanya menye­­nangkan saja itu tidak benar, kalau program itu janji sudah ditunaikan juga oleh walikota.

“Inikan menyangkut ang­garan. Anggaran itu, terletak di dalam undang-undang dan diatur oleh ketentuan yang berlaku. Jadi, bukan kesalahan dari Walikota Padang,” tutur Syahrul.

Syahrul menambahkan, di tahun 2014 Bansos dianggar­kan dalam APBD sebesar Rp12,5 miliar. Alasan kenapa santunan kematian itu terletak di bansos, karena hakekat bansos tersebut yakni resiko yang tidak terduga dan kejadian sosial yang dialami masya­rakat. Kematian merupakan salah satu resiko sosial yang dialami masyarakat.

“Yang perlu dicatat, san­tunan kematian itu untuk masyarakat miskin. Lagi pula, santunan kematian ini bukan saja Kota Padang menerapkan pertama sekali, kota lain juga menerapkan ini. Seperti Bali misalnya. Jadi, yang kita alami saat ini hanya perubahan sistem dan aturan undang-undang yang berlaku. Bukan kesalahan dari kebijakan Pemko Pa­dang,” jelas Syahrul.

Dia berharap, santunan kematian ini jangan dibesar-besarkan masalahnya. Sebab, masih ada masyarakat yang mengharapkannya, jika di­besar-besarkan bisa-bisa men­jadi polemik yang besar. Pihak­nya hingga saat ini, tetap me­nunggu keputusan dari gubernur. (h/ows)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 13 Juni 2019 - 22:49:37 WIB

    Sampai Juni, Ada 80 Permohonan Santunan Kematian di Padang

    Sampai Juni, Ada 80 Permohonan Santunan Kematian di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sampai dengan pertengahan Juni 2019 ini, Bagian Kesra Kota Padang mencatat kurang lebih ada 80 permohonan yang masuk ke pihaknya untuk mendapatkan santunan kematian..
  • Senin, 27 Juni 2016 - 05:46:24 WIB

    Masjid Jamik Pauh Serahkan Santunan Rp52,1Juta

    Masjid Jamik Pauh Serahkan Santunan Rp52,1Juta PADANG, HALUAN—Masjid Jamiek Pauh Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang memberikan san­tunan anak yatim dan kaum duafa dengan total Rp 52,1 juta. Santunan tersebut diberikan dalam rangkaian buka bersama dan sekaligu.
  • Kamis, 17 Maret 2016 - 04:23:17 WIB

    Pemohon Santunan Kematian Menurun

    PADANG, HALUAN— Semenjak Januari hingga Maret 2016 ini, jumlah pemohon santunan kematian sebanyak 30 orang, sedangkan dana yang dicairkan sebanyak 29 pemohon..
  • Jumat, 11 Maret 2016 - 03:46:30 WIB

    Basko Hotel Berikan Santunan ke Panti Asuhan

    Basko Hotel Berikan  Santunan ke Panti Asuhan PADANG, HALUAN — Pre­mier Basko Hotel dalam age­n­da ru­tin­n­ya menyantuni panti asuhan di Kota Padang, seperti kun­jung­an ke Panti Asuhan Khusus Mentawai, di kawasan Purus, Kamis (10/3) siang. Kunjungan tersebut.
  • Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:59:35 WIB
    Persyaratan Ditambah

    Santunan Kematian Minim Peminat

    PADANG, HALUAN—Jika pada tahun 2014 peminat santunan kematian mencapai seribu lebih, pada 2015 jumlahnya jauh berkurang menjadi hanya 93 pemohon. Sementara itu selama Januari 2016 tercatat hanya 11 pemohon. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM