Pedagang Padang Panjang Merasa Dibohongi


Rabu, 07 Januari 2015 - 19:02:31 WIB

“Ya, kami merasa telah dibohongi dan dijebak dalam permainan ini. Awalnya pada Desember 2014, dikatakan hanya sekedar mendata. Na­mun tiba-tiba saja nama kami sudah masuk ke dalam kelom­pok pedagang berstatus ‘sudah mendaftar’, yang diumum­kan pada 2 Januari lalu. Perlu diluruskan, kami tidak pernah mendaftar,” kata Ketua Umum P5, Syailendra ketika bertandang ke kantor redaksi Haluan, Selasa (6/1) malam.

Syailendra yang turut di­dam­pingi Ketua II P5, Ahmad Zuhri, Bendahara, H Ahmad Mansyur dan salah seorang anggotanya, Rusmin menga­takan, selain merupakan be­n­tuk pembohongan, langkah Kantor Pengelolaan Pasar dengan menginput dan mema­sukkan data pedagang yang asal comot itu, juga dinilai sebagai salah satu bentuk upaya untuk memerangkap dan me­mak­sakan kehendak agar pedagang menyetujui rencana pem­ba­ngunan pasar.

“Mendaftar, artinya sama saja kami menyetujui pemba­ngunan. Tidak, kami tidak pernah dan tidak akan pernah mendaftar, karena memang kami tidak setuju pemba­ngunan pasar dengan melibatkan investor. Kalau memang pendaf­taran akan ditutup pada 9 Januari (besok, red), ya silahkan saja,” tandasnya seraya menyebut, jika Pemko Padang Panjang seharusnya menggunakan cara-cara yang jujur, transparan dan berlandaskan pada kebenaran, sehingga hasilnyapun bisa dipertanggungjawabkan.

Ahmad Zuhri menambahkan, data asal comot yang dimasukkan dalam surat pemberitahuan berno­mor : 510/01 /KPP/PP/XII-2014, tertanggal 31 Desember 2014, yang ditandatangani Kepala Kantor Pe­nge­lolaan Pasar Padang Panjang Rinofen tersebut, diindikasikannya sebagai salah satu upaya peng­giringan opini yang dilakukan Kan­tor Pengelolaan Pasar kepada pu­blik, yang seolah-olah menun­jukkan bahwa sebagian besar pedagang telah mendaftar dan menyetujui pembangunan.

“Kami juga sangat menyayangkan munculnya pernyataan bernada anca­man yang dialamatkan kepada para pedagang, yang antara lain menyebut akan menghapus hak pedagang jika tidak mendaftar sam­pai batas waktu pendaftaran yang telah ditetapkan. Sudahlah dijebak, kami diancam pula,” kata Ahmad Zuhri.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Pembangunan Pasar Pusat Padang Panjang, Indra Gusnady menjawab Haluan, Rabu (7/1), dengan tegas membantah jika Pem­ko Padang Panjang melalui Kantor Pengelolaan Pasar, disebut-sebut telah melakukan pembohongan, apalagi dikatakan menjebak para pedagang. Kalau memang kon­disinya demikian kata Indra, hal tersebut semata kekeliruan data yang diinput petugas di lapangan.

“Saya rasa, hal ini juga tidak perlu dibuat rumit dan terlalu dibesar-besarkan. Karena melalui pem­beritahuan itu kami juga telah menginformasikan, jika terdapat kekeliruan data (termasuk men­daftar atau belum mendaftar), para pedagang dipersilakan untuk men­datangi Kantor Pengelolaan Pasar dan memperbaiki data. Jadi sekali lagi, tidak ada pembohongan, tidak ada jebakan dan juga tidak ada paksaan. Mendaftar atau tidak, itu hak pedagang,” terang Indra.

Karena besok, Jumat (9/1) ada­lah batas terakhir pendaftaran peme­sanan kios, pada kesempatan itu Indra juga mengimbau kepada selu­ruh pedagang yang dipioritaskan untuk mendaftar (pedagang peme­gang izin/ verguning, pedagang pengontrak/ pedagang yang me­ngontrak tempat berjualan kepada pemegang verguning dan pedagang non verguning yang membayar retribusi/ sewa kepada Pemerintah Kota Padang Panjang), untuk segera mendaftar ke Kantor Pengelolaan Pasar setempat. (h/yan)







Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 November 2019 - 11:03:20 WIB

    Pemko Bukittinggi Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar Aur Kuning

    Pemko Bukittinggi Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar Aur Kuning  BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Menanggapi keluhan pedagang Aur Kuning yang mendatangi kantor DPRD Propinsi  Sumbar beberapa waktu lalu,  terkait dengan Peraturan Walikota (Perwako) Bukittinggi Nomor 40 dan 41  tentang .
  • Rabu, 30 Oktober 2019 - 15:56:37 WIB

    Cegah Fitnah..! Wako Ramlan Nurmatias Berdialog Langsung dengan Pedagang Pasa Ateh

    Cegah Fitnah..! Wako Ramlan Nurmatias Berdialog Langsung dengan Pedagang Pasa Ateh BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait persoalan Pasar Atas yang pekerjaannya hampir rampung, Pemko Bukittinggi menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Atas .
  • Selasa, 08 Oktober 2019 - 20:17:57 WIB

    Geram! Ketua DPRD Padangpanjang Ultimatum Disdagkop Tata Lagi Pedagang di Pasar Baru

    Geram! Ketua DPRD Padangpanjang Ultimatum Disdagkop Tata Lagi Pedagang di Pasar Baru PADANGPANJANG, HARIANHALUAN.COM – Ketua DPRD Kota Padangpanjang Mardiansyah mewanti-wanti Dinas Perdagangan dan Koperasi (Perdagkop) kota setempat, untuk penempatan pedagang yang berada di bangunan baru Pasar Padang Panjang.
  • Kamis, 15 Agustus 2019 - 16:11:26 WIB

    Wah, Pedagang Anggur Marak di Jalan Raya Bukittinggi - Payakumbuh

    Wah, Pedagang Anggur Marak di Jalan Raya Bukittinggi - Payakumbuh BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Buah anggur yang biasanya dijual di pasar buah atau toko supermarket, kini buah yang tergolong mahal itu dengan mudah bisa ditemui di pinggir jalan raya Bukittinggi Payakumbuh tepatnya di dae.
  • Selasa, 23 Juli 2019 - 15:43:59 WIB

    Gerobak Pedagang Rusak Keindahan Kota

    Gerobak Pedagang Rusak Keindahan Kota SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Parkir gerobak pedagang kakilima disepanjang ruas jalan alternatif dibawah SMPN 1 Sawahlunto dinilai warga dan pengunjung wisata merusak estetika keindahan kota tua Sawahlunto. Akibar parkir ger.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM