Disdik Pekanbaru Perlu Pengawasan Maksimal


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:16:43 WIB
Disdik Pekanbaru Perlu Pengawasan Maksimal

“Kita berharap progres ini tidak lagi menganut orientasi untuk kepentingan satu kelom­pok. Anggaran yang sudah digelontorkan pada APBD murni Kota Pekanbaru 2015 sebesar Rp1 triliun lebih ini, perlu pengawasan yang prope­sional, agar dapat membuat wajah pendidikan benar-benar untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), baik terhadap tenaga pengajarnya, siswa, dan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur pendidikan yang terlaksana sebagaimana yang diharap­kan,” kata Fikri Wahyudi saat berbincang dengan wartawan Kamis (8/1).

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Selain itu kata Fikri, yang juga anggota di Komisi III DPRD Pekanbaru, khusus membidangi masalah pendi­dikan ini, dirinya berharap, agar jangan ada keluhan-kelu­han dan kejadian seperti selama ini. Bahkan seperti tahun 2014 lalu.

“Masyarakat, pelajar dan orangtua banyak mengeluhkan soal pungutan liar (pungli), anaknya tidak bisa sekolah karena dari keluarga tidak mampu, ada dilarang ikut ujian karena tidak membayar uang sekolah. Nah itu juga perlu  kita wanti-wanti ke Disdik. Apa yang sudah diprogram­kan, agar dijalankan secara maksimal,” kata Fikri.

Baca Juga : Sejak Awal Lebaran, Masuk ke Pantai Tiram Berbayar

Menurut Fikri, kejadian-kejadian yang mencoreng citra pendidikan tersebut, sebe­narnya tidak perlu terjadi. Jika pimpinan Satker tersebut pu­nya komitmen yang tinggi, untuk memajukan dunia pen­didikan. Lebih dari itu, kepala Satker tersebut punya ke­tegasan dan transparansi.

Jika demikian, program-program yang sudah direnca­nakan, bisa dijalankan maksi­mal. Bagi bawahan yang berani “bermain’, langsung diberikan punish sesuai tingkat kesa­lahannya. Jika memang sudah pelanggaran berat, bisa di­usulkan dinonjobkan, seraya pemberhentian.

“Sikap seperti itu yang kita inginkan. Dan harusnya me­mang demikian. Sehingga mem­beri efek jera bagi yang lain, agar tidak berbuat hal yang sama. Baik itu pungli dan sejenisnya hingga membuat keresahan pelajar dan wali murid. Itu tadi, perlu sikap ketegasan. Tidak mencla-men­cle, atau beretorika saja. Yang perlu kita ingatkan juga, bagi pejabat di Disdik yang tidak sanggup bekerja, mengun­dur­kan diri, agar tidak menjadi alasan sebuah program tidak berjalan, karena ketidak­sanggu­pannya,” tuturnya.

Menurutnya, dengan anggaran yang cukup ‘fantastis’ itu, harus mendapatkan output atau hasil yang jelas. Sejumlah program prioritas yang di­gadang-gadangkan untuk me­ningkatkan SDM melalui in­frastruktur pendidikan, pelatihan guru, pemberian beasiswa dan lain sebagainya. (hr)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]