Petani Terancam Gagal Panen


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:23:19 WIB
Petani Terancam Gagal Panen

“Bagi padi warga yang telah mulai besar, kini belum terli­hat menguning karena keke­ringan, tetapi yang banyak layu dan terlihat sudah kuning tersebut terjadi pada padi berusia sekitar 10 hari sampai dua minggu, jika saja hujan kurang dalam beberapa hari ini diperkirakan padi itu akan gagal panen,” sebut Walinagari Salimpauang, Zulhaidi kepada Haluan, Kamis (8/1) di Jorong Nan Duo Suku.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Dikatakannya, di Nagari Salimpauang yang pendu­duk­nya berjumlah 5.100 jiwa ter­sebut, 80 persennya meru­pakan petani, diantarnya petani sayu­ran dan padi sawah. Untuk pengolahan sawah a­khir-akhir ini hanya bisa meng­garap satu kali setahun. “Disini kini hanya sawah tadah hujan, menunggu musim hujan tiba baru petani menggarap sawah­nya, umum­nya hanya bertani sayuran. Itu dise­babkan sekitar 40 persen saluran irigasi telah rusak dan tidak dapat dialiri lagi, untuk sayuran sekitar 20 ton perhari adalah dari nagari ini dan diba­wa ke Riau,” s­e­butnya.

Sementara itu, Afdal, salah seorang petani menyebutkan ketakutannya akan gagal panen yang akan terjadi pasca keru­sakan saluran irigasi ini. “Ka­mi berharap, pemerintah se­tempat bisa segera mem­per­baiki saluran irigasi yang ru­sak. Pasalnya, dengan keru­sak­an irigasi tersebut, dipas­tikan pu­luhan sawah yang ada bisa ga­gal panen,” harap­nya. (h/fma)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]