Tolak Padang Land Mark, Ormas Islam Datangi DPRD Padang


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:43:29 WIB
Tolak Padang Land Mark,  Ormas Islam Datangi DPRD Padang

PADANG, HALUAN — Para pengurus Forum Masyarakat Minang dan beberapa ormas Islam di Sumbar, khususnya Kota Padang yang menolak pem­bangunan Padang Landmark di kawasan Jl. Khatib Sulaiman, Padang mendatangi DPRD Kota Padang, Jumat (9/1).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi soal penolakan pembangunan Pa­dang Landmark yang murni terkait alasan perekonomian rakyat kecil kepada Ketua dan jajaran DPRD Kota Padang. “Tidak ada unsur politik mau­pun unsur sara. Menurut kami kalau pembangunan ini di­lanjut­kan, akan meng­hancur­kan perekonomian rakyat ke­cil, pedagang kaki lima dan usaha-usaha kecil lainnya,” ujar Ketua Forum Masyarakat Minang, Masfar Rasyid, Kamis (8/1) melalui sambungan te­lepon tadi malam.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Menurut Masfar jumlah pengurus dan anggota Forum Masyarakat Minang dan Or­mas Islam yang akan hadir di DPRD Kota Padang hari ini, lebih kurang 30 orang dan dalam rencananya yang telah disusun akan diterima oleh Ketua DPRD Kota Padang Erisman.,

Sebelumnya Masfar selaku inisiator pertemuan ormas Islam, majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, MTKAM, KPP, MMI, HTI, dan lembaga-lembaga lainnya di Mesjid Nurul Iman, Sabtu (27/12), dalam rangka menyikapi pem­bangunan ‘Padang Landmark’ yang merupakan lanjutan dari Rumah Sakit Siloam dan Superblock Lippo Group..

Baca Juga : H-6 Lebaran, Pantai Purus Padang Sepi Pengunjung

Menurutnya, Walikota Pa­dang, Mahyeldi Ansharullah, telah mengkhianati rakyat karena merestui pem­bangu­nan. “Waktu Mahyeldi masih jadi calon Walikota, beliau turut menandatangani penola­kan pembangunan Rumah Sa­kit Siloam, tapi sekarang de­ngan alasan beda nama, beliau ikut mendukung pem­bangu­nan hotel dan mall ini,” kesal Masfar. “Mahyeldi juga pernah berjanji akan menolak seluruh investasi Lippo Group saat menjadi calon Walikota Pa­dang pada pemilihan Walikota Padang Oktober 2013 lalu,” tambahnya.

Senada dengan Masfar, Irwan selaku pengurus Ke­satuan Pedagang Pasar (KPP) Kota Padang juga menolak mentah-mentah pembangunan ‘Padang Landmark’. Apapun alasannya, pembangunan mall-mall atau sejenisnya yang akan merugikan pedagang kecil. “Dua saja mall di Kota Padang sudah sangat menyengsarakan kami, apalagi ditambah satu lagi,” ujarnya berapi-api disela-sela pertemuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung beberapa jam ini, para tokoh mayarakat, ulama dan pedagang, membuat per­nyataan sikap bersama, yang intinya mereka akan menyam­paikan keberatan dan menolak pembangunan Padang Landmark kepada pemerintahan Kota Padang.

Tindakan selanjutnya, me­reka akan menemui Walikota dalam waktu dekat untuk me­nagih janji serta meminta ke­tegasannya dalam masalah ini. “Kita desak Walikota untuk bersikap. Berpihak pada ka­mi atau berpihak pada mereka?,” ujar Ketua Majelis Tingggi Kerapatan Adat Alam Mi­nang­­kabau (MTKAAM) Su­m­bar, Irfianda Abidin Dt Pa­ng­ulu Basa, yang juga hadir pada kesempatan itu. (h/mg-fds)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]