Tak Mendaftar, Izin Kepemilikan Hangus


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:48:58 WIB

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kota Padang Panjang, Rinofen yang dihubungi Haluan, Kamis (8/1) mengatakan, dari total 1.631 pedagang prioritas yang diklasi­fikasikan ke dalam tiga kelompok, masing-masingnya pedagang peme­gang vergunning, pedagang pengon­trak/ yang mengontrak tem­pat ber­jua­lan kepada pemegang vergu­ning dan pedagang non vergunning yang membayar retribusi/ sewa kepada Pemerintah Kota Padang Panjang, sebelumnya pada 1-7 Desember 2014, juga telah terdaftar sebanyak 894 pedagang.

“Hingga Kamis (8/1), sampai dengan pukul 20.15 WIB, total jumlah pedagang prioritas dan sebagian pendaftar dari kalangan umum yang sudah terdaftar sebagai pemesan kios/ los baru pasar pusat Padang Panjang, sudah berjumlah sebanyak 1.304 pendaftar,” kata Rinofen.

Sesuai kesepakatan Tim Pemba­ngunan Pasar Padang Panjang sebut Rinofen, batas akhir pendaftaran pemesanan kios/ los baru, memang telah ditetapkan akan ditutup dan finish pada hari ini, Jumat (9/1), tanpa memberikan perpanjangan. Kecuali jika memang terjadi keku­rangan dari jumlah pemesan untuk memenuhi kios/ los yang masih kosong. Terhitung mulai Sabtu (10/1) besok ujar Rinofen, pihaknya akan masuk pada tahapan entry data, untuk selanjutnya mengelompokkan pedagang berdasarkan penempatan dan komoditi.

“Jadi, jika pedagang yang menjadi prioritas tidak mendaftar di hari terakhir ini, maka hak yang bersangkutan akan hapus dan hangus dengan sendirinya. Baik hak sebagai pedagang yang memang dipriori­taskan, maupun hak sebagai pemilik vergunning. Bisa saja mendaftar setelah hari ini, namun statusnya berubah menjadi pendaftar umum, bukan lagi sebagai pedagang prio­ritas,” terang Rinofen.

Terkait pemberian batas waktu, serta konsekwensi hapusnya hak pedagang yang menjadi prioritas itu, Rinofen mengatakan jika hal terse­but bukanlah merupakan bentuk ancaman. Hal itu jelasnya, lebih kepada komitmen pemerintah dae­rah dalam mewujudkan kedisi­plinan waktu, terutama dalam me­nun­taskan seluruh tahapan pem­bangunan pasar Padang Panjang.

“Kita hanya tidak ingin seluruh tahapan yang sudah dijadwalkan menjadi terganggu. Untuk itu, sekali lagi kami imbau kepada seluruh pedagang yang diprioritaskan untuk mendaftar, agar segera mendatangi Kantor Pengelolaan Pasar untuk entry data. Begitupun bagi pedagang yang bermaksud untuk klarifikasi. Karena sepanjang tidak dilakukan klarifikasi, maka dianggap telah mendaftar. Tapi Alhamdulillah, sejauh ini belum ada pedagang yang datang untuk tujuan membatalkan pemesanan atau pendaftaran,” papar Rinofen.

Sementara Sekretaris Tim Pem­bangunan Pasar Padang Panjang, Indra Gusnady mengatakan, bagi pedagang prioritas yang tidak mela­kukan pendaftaran dan pemesanan sampai batas akhir pendaftaran, bisa saja tidak lagi mendapatkan tempat di kompleks pasar pusat. Jikapun mendaftar setelah hari ini, maka status mereka akan sama dengan pendaftar umum lainnya.

Subsidi Silang

Disinggung terkait persoalan harga, Indra menyebutkan jika pada awalnya telah ditetapkan sebesar Rp12,25 juta/m2, untuak sewa 20 tahun bagi pedagang pemegang verguning. Namun setelah dilakukan beberapa kali pertemuan dan nego­siasi harga, maka pihak investor juga sepakat untuk menurunkan harga khusus bagi pedagang pemegang verguning, yakni menjadi Rp7 jt/m2.

Sesuai kesepakatan pada 11 Desember 2013 terang Indra, juga telah disebutkan akan diberlakukan sistem subsidi silang dengan peda­gang lain, atau kios tambahan yang diperuntukkan bagi pedagang umum. Dijelaskannya, jika harga awal untuk lantai 1, 2 dan 3 adalah Rp12,25 jt/m2, maka setelah dibe­rikan subsidi, maka harga untuk lantai 1 dan 3, turun menjadi Rp7 juta.

“Dalam artian, setiap pedagang lantai 1 dan 3, masing-masingnya mendapat subsidi sebesar Rp5,25 juta dari pedagang di lantai 2. Sehingga harga kios pedagang di lantai 2, secara otomatis naik men­jadi Rp12,25 jt + 5,25 jt + 5,25 jt = 22,7 jt/m2. Namun untuk kepastian soal harga ini, tentu setelah DED dibuat,” tandas Indra.

Indra mengatakan, rencana pem­bangunan pasar pusat Kota Padang Panjang yang sudah molor sejak tahun 2007 lalu itu, direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 1,62 hektare, dengan tekstur bangu­nan terdiri dari 3 lantai. Setelah entry data, langkah selanjutnya terang Indra, akan masuk pada tahapan penyusunan Detailed Engi­neering Design (DED) dan peru­bahan perjanjian kerja sama (PKS).

“Selanjutnya akan dilakukan penyusunan terhadap analisis me­nge­nai dampak lingkungan (amdal), pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) dan terakhir per­sia­pan pembangunan fisik. Se­tiap tahapan itu tentu akan memakan waktu. Jadi kita memang tidak ingin lagi berleha-leha dan dengan segera menuntaskan setiap tahapan agar tidak mengganggu jalannya proses ini,” pungkas Indra. (h/yan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]