Bundo Putri Datangi Lagi KPK


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:50:03 WIB
Bundo Putri Datangi Lagi KPK

JAKARTA, HALUAN —Bundo Putri dari Padang, kembali mendatangi Komisi Pem­beran­tasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Madia, Ja­karta, Kamis (8/1). Perem­puan  bernama lengkap Syaf­nina Wati ini, mendesak KPK untuk membongkar dugaan korupsi pembangunan Sentral Pasar Raya (SPR) Padang, yang pernah dilaporkannya beberapa tahun lalu.

“Saya menemui pimpinan KPK untuk menanyakan per­kem­bangan laporan penga­duan dugaan korupsi pem­bangunan SPR Padang yang pernah saya laporkan dulu,” kata Syafnina kepada Haluan di depan Kantor Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK), Jakarta, kemarin.

Menurut wanita yang ter­gabung dalam Kesatuan Pe­dagang Pasar Raya Padang itu, akhir November 2012 lalu, dia memasukkan laporan ke KPK tentang dugaan korupsi pem­bangunan kembali gedung baru SPR, pasca gempa tahun 2009. Beberapa kali setelah laporan itu masuk, Syafnina menjambangi KPK untuk me­ngawal dan memastikan lapo­rannya itu diproses.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Usulkan 1.000 Unit Bedah Rumah untuk Masyarakat Miskin

Puncaknya pada per­tenga­han November 2013, saat ha­ngat-hangatnya kasus suap impor daging sapi yang men­jerat Luthi Hasan dan mem­bawa-bawa na­ma Bunda Putri yang disebut-sebut orang dekat mantan Pre­siden Susilo Bam­bang Yudho­yono, Syafnina datang ke KPK dan mengaku sebagai Bundo Putri dari Padang.

Kedatangan Bundo Putri ini bermaksud untuk bertemu Ketua KPK Abraham Samad. Namun, bukan perkara dugaan suap impor daging sapi yang telah menjerat Luthfi Hasan yang akan dilaporkan ke Abra­ham, melainkan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Wali Kota Padang.

Pemilik nama asli Syafni­na Wati ini kemudian menga­takan bahwa hanya kasus duga­an korupsi Wali Kota Padang yang akan dia tanyakan per­kem­bangannya ke KPK. Bu­kan perkara lain, apalagi kasus impor daging sapi.

“Saya tahun 2011 pernah melaporkan korupsi pem­bangunan Pasar Raya Padang senilai Rp 44 miliar. Ini yang saya mau tanyakan ke Pak Abraham,” kata dia.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Maret 2012, Syafninawati ber­sama sejumlah pedagang SPR sudah pula membuat laporan polisi ke Polda Sum­bar dengan laporan Nomor: STTL/59 A/III/2012/Spkt Sum­bar tentang dugaan tindak pidana peng­gelapan asuransi revitalisasi pembangunan Pa­sar Raya Pa­dang senilai Rp72 miliar.

Hasil audit kasus dugaan korupsi Sentral Pasar Raya Padang terhenti di BPK Per­wakilan Padang. Padahal BPK RI melalui Eselon I dari Tor­tama V telah memerintahkan BPK Perwakilan Padang un­tuk menyerahkan laporan ha­sil audit SPR ke Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan oleh pelapor  Syafnina Wati saat ditemui Haluan di depan kantor  Komisi Pem­beran­tasan Korupsi (KPK ) di Jalan Kuningan Madia (8/1).

Sebelumnya, Selasa (6/1) Syafnina juga telah mendatangi kantor BPK RI terkait me­minta hasil audit investigasi permintaan ketua KPK, Abra­ham Samad. Yang hasil­nya sudah memerintahkan BPK perwakilan Padang men­yerah­kan hasil audit ke KPK.

“Kita sudah datang ke KPK untuk mencek hadil audit investigasi BPK perwakilan Padang. Tapi ternyata hasil audit belum sampai ke KPK, ”terang pelapor dari Ika­tan Pedagang Sentral Pasar Raya Padang ini.

Sementara itu, Yelli SE, bidang Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) menyatakan be­lum menerima hasil audit investigasi Sentral Pasar Raya Padang dari  BPK Per­waki­lan Padang. Pengecekan ter­sebut telah dilakukan pada bagian admin surat masuk di kantor KPK.

“Kita belum terima hasil audit dari BPK RI terkait investigasi Sentral Pasar Raya Padang. Baik pada akhir tahun 2014 maupun 2015 ini,” terangnya.

Terkait hal itu, Syafnina Wati yang menyatakan telah dilindungi Lembaga Per­lin­dung­an Saksi dan Korban (LPSK RI)  akan terus meng­awal hasil audit investigasi Sentral Pasar Raya Padang sampai tuntas.

Dugaan tindak pidana ko­rupsi tersebut adalah pen­yalahgunaan kekuasaan, man­tan Walikota Padang, Fauzi Bahar atas pem­bangu­nan  Sen­­tral Pasar Raya Pa­dang. Yang bekerja sama de­ngan PT Cahaya Sumbar Ra­ya  (CSR) secara built operate and transfer (BOT) selama 25 tahun. (h/lex)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]