Bus Terjun ke Danau Singkarak


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:51:22 WIB
Bus Terjun ke Danau Singkarak

Pantauan Haluan di lokasi kejadian,  kondisi mini bus dan sedan Toyota Corolla DX sama-sama ringsek ke pinggir danau, sementara kedai Ampera Uni Esi yang bagian dapurnya dihantam Bus Jasa Malindo roboh de­ngan kondisi po­rak-poranda.

Baca Juga : Pelantikan Pemuda Dewan Da’wah Solsel, Jimmi: Gencarkan Dakwah di Medsos, Berantas Hoaks

Menurut Tono (35) seorang saksi di lokasi kejadian, Bus Jasa Malindo berangkat dari Kota Solok menuju Bukittinggi.  Saat melintasi ping­giran Danau Singkarak di Tembok Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak sekitar pukul 11. 30 WIB, Bus Jasa Malindo itu terlihat kejar-kejaran degan mobil Tanjung Jaya dengan jurusan yang sama.

Namn karena cuaca hujan sopir terlihat membanting stir ke kiri yang menyebabkan bus yang melaju ken­cang itu  oleng dan menabrak Mobil Toyota DX dan rumah makan lalu masuk ke Danau Singkarak. “Saya lihat Jasa Malindo itu seperti terbang. Untungnya, ada mobil dan kedai, kalau tidak mungkin mini bus ter­bang jauh ke dalam Danau,” ungkap Tono.

Baca Juga : Mentawai Jadi Daerah Terakhir yang akan Jemput Vaksin Covid-19 Tahap II

Winda Risida (25 tahun), salah seorang korban yang duduk di sam­ping sopir Jasa Malindo di Rumah Sakit Umum Kota Solok, mengaku sangat ketakutan dan telapak kaki­nya terasa berair ketika sopir PO Jasa Malindo, Erwin (35) menge­mudi­kan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Ketakutan alumni STAIN Bu­kit­tinggi Jurusan Teknik Infor­matika ini semakin bertambah, ketika melihat Erwin gelagapan dalam mengemudikan mobil. Erwin gela­gapan karena rem mobil blong seketika dan kendaraan melaju semakin kencang.

Baca Juga : Hutama Karya Tegaskan Tidak Ada Penghentian Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Hanya...

Belum sempat Winda minta sopir untuk menurunkan kecepatan, PO Jasa Malindo telah menabrak sebuah sedan yang sedang parkir di depan warung nasi Ampera Uni Esi. Kontan saja sedan Toyota Corolla DX, BA 1535 AW milik pemilik warung nasi itu meluncur masuk Danau Singkarak.

Sesaat setelah membentur se­dan, PO Jasa Malindo BA 7917 HU itu terbanting dan menabrak dapur  Ampera Uni Esi. Warung nasi roboh seketika dan mobil terjungkal masuk danau.

Baca Juga : Tiga Ruas Jalan Provinsi Jadi Prioritas, Ini Rinciannya

“Semua penumpang menjerit histeris ketakutan ketika mobil kecebur danau. Untung mobil ter­perosok di daerah yang dangkal, sehingga semua penumpang bisa keluar sekalipun dalam keadaan luka-luka,” ujar warga Kelurahan VI Suku Kota Solok ini sambil mem­e­gang keningnya yang terluka.

Lain lagi cerita Mita Wati, guru SDN 04 Kelurahan Pasar Pandan Air Mati ini mengaku tertidur pulas di atas mobil. Ia kelelahan sehabis begadang  semalam suntuk menger­jakan banyak pekerjan.  Cik Gu ini mulai tak tahu apa-apa  sejak mobil masih di Sumani. Baru sejenak ia tidur, tiba-tiba  dentuman keras mengusik  tidurnya.

“Saya sangat keget, ketika mem­buka mata, tiba tiba saya sudah berada dalam perahu. Setelah dia­ma­ti, ternyata saya masih dalam mobil di dalam  danau,” ujar Mita Wati dengan wajah pucat pasi dan kening terluka karena benturan benda keras.

Sementara itu Asra Permana (35 tahun), mengaku sangat kaget meli­hat  mobil melaju dengan kencang menuju warungnya. Asra yang se­dang memasak di dapur berteriak keras memanggil anaknya, Fran untuk  menghindar.

Belum sempat Fran menjawab teriakannya, tiba-tiba mobil itu telah menabrak sedan dan berbalik arah menuju warung nasinya. Asra Per­ma­na lantas kabur malarikan diri. Namun malang baginya, belum sempat lari menjauh, mobil lebih dahulu meruntuhkan warungnya. Tangannya terjepit reruntuhan wa­rung dan pinggangnya luka memar dihantam balok.

“Saya tak bisa bergerak sama sekali, tangan saya terjepit, pinggang saya serasa putus dihantam balok. Saya hanya bisa berteriak memanggil Fran untuk menyelamatkan adikn­ya,” ujar Asra Permana lirih di RSUD Solok.

Diungkapkannya, ia tak henti-hentinya berteriak minta tolong untuk menyelamatkan anaknya yang masih berusia tiga tahun delapan bulan itu. Namun teriakannya tak terdengar oleh masyarakat, karena ia sudah terkurung reruntuhan warung nasinya.

Di tengah keputusasaan, tiba-tiba ia mendengar tangisan anaknya. Ia kemudian mencoba menggeliat untuk mencari anak bungsunya itu. Ternyata usaha kerasnya berhasil, ia menemukan Rafa menangis di sam­ping  dandang berisi air pa­nas. ”Saya sangat bersyukur Rafa tak tersiram air panas, sekalipun kepalanya terluka,” ujar Asra Permana.

Kepala puskesmas setempat dr Indra Yohanes menyebutkan, para korban yang menderita luka sedang dan berat setelah dapat perawatan korban dirujuk ke RST Solok untuk mendapatkan perawatan lebih lan­jut. Sebagian lagi ke RSU Solok.

Sementara  Kapolres Solok Kota, AKBP Guntur Hindarsyah SH SIK melalui Kasat Lantas, Iptu Heriadi Ismail mengatakan, kece­lakaan yang dialami PO Jasa Malin­do itu telah menyebabkan sepuluh orang luka-luka dan tak ada yang luka berat.

Heriadi Ismail meminta masya­rakat untuk tidak terpengaruh de­ngan foto-foto tentang korban kece­lakaan PO Jasa Malindo yang beredar di internet.

”Foto-foto itu banyak yang tidak benar. Foto yang menggambarkan korban tertusuk besi di bagian wajah itu merupakan hasil rekayasa kom­p­u­ter. Karena hampir seluruh kor­ban hanya mengalami luka sedang. Me­mang ada dua orang diduga menga­lami luka berat dan itupun diperki­rakan hanya menga­lami patah tulang,” kata Heriadi Ismail.  (h/eri/ndi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]