Kadispar Pekanbaru Ngaku Tak Tahu


Jumat, 09 Januari 2015 - 20:00:54 WIB
Kadispar Pekanbaru Ngaku Tak Tahu

Politisi Demokrat ini mera­sa kaget kenapa dana miliaran rupiah tersebut bisa masuk dan disetujui padahal sama sekali tidak diusulkan Kepala Dinas Pariwisata. “Ini kan aneh dan dananya tidak sedikit. Saya rasa ini kesalahan fatal,” jelasnya.

Noviwaldy yang akrab disa­pa Dedet ini belum dapat memastikan anggaran siluman tersebut. Pasalnya, Ia menga­ku, belum melihat draft AP­BD selesai verifikasi dan disetujui Pimpinan DPRD Riau.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

“Saya belum melihat wu­judnya, tanya sama yang menye­tujui kemarin, ketua, ketua fraksi, kenapa itu bisa disetujui,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi E DPRD Riau, M.Adil. Politisi Hanura ini mengungkapkan, anggaran senilai Rp67 milyar tersebut sama sekali belum ada peren­canaannya. “Yang itu kan belum ada DEDnya dan jika dilihat apakah sudah wajar untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

Seperti dirilis sebelumnya, Komisi E DPRD Provinsi Riau menemukan adanya ang­garan siluman dalam APBD 2015. Anggaran siluman yang nilainya mencapai Rp67 mi­liar tersebut berada  di Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Hal ini terungkap dalam hearing Komisi E dengan Dinas Pari­wisata Provinsi Riau, Rabu (7/1) lalu.

Dalam hearing tersebut, Anggota komisi E DPRD Ri­au Syafrudin Poti mem­per­tanyakan adanya mata ang­garan yang mencapai hampir Rp67 miliar, dan itu tidak pernah sama sekali melewati pembahasan bersama Komisi Terkait di DPRD dan Dinas Pariwisata, karena jika prog­ram itu sudah diajukan dari awal semestinya sudah ada DED-nya. Kegiatan puluhan miliar rupiah yang kegiatannya  berada di Kabupaten Inhu, Kuansing dan Pelalawan serta Kampar.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

Sementara itu, Kadispar Riau Said Syarifudin dalam rapat kerja itu mengakui kegia­tan anggaran penumpang gelap seperti pembangunan Res­toran Terapung di Danau Raja Kabupaten Inhu bukan prog­ram mereka.“Saya terus terang saja merasa terkejut, dan tidak mengetahui kegiatan itu kare­na sebelumnya tidak ada pem­bahasan program tersebut,” ungkap Said Syarifudin ketika diminta penjelasan dalam rapat itu.

Diakuinya, perencanaan ataupun DED untuk kegiatan anggaran yang muncul bela­kangan itu  tidak pernah di­usulkan oleh satkernya saat pengajuan anggaran untuk APBD Riau 2015.

Baca Juga : Berkunjung ke Solo tak Afdal Kalau Belum...

Menurut Said Syarifudin, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan dewan apakah akan melanjutkan kegiatan tersebut atau tidak, karena dewan juga mempertanyakan urgensi ke­pe­ntingan masyarakat riau atas program itu. (hr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]