Tambang Batu Akik Ditutup


Jumat, 09 Januari 2015 - 20:18:34 WIB
Tambang Batu Akik Ditutup

Aparat dari Pemkab setem­pat yang didampingi aparat di keca­matan, langsung turun ke lokasi untuk melakukan lara­ngan. Plang larangan penam­bangan batu akik itu dipasang oleh pejabat terkait yang diwakili Raimond Yazid, tak jauh dari lahan pertanian dan perumahan warga

“Masyarakat sudah tidak sabar. Padahal sudah dua bulan, kami memasang pa­pan larangan. Penambang membuat lubang penambangan sampai sedalam delapan meter di atas Bukit Permata. Lahan perkebunan warga jadi gersang dan dihimpit tanah dan bebatuan bekas galian. Akibatnya panen produksi per­kebunan coklat dan tanaman pangan lainnya gagal. Lalu, ancaman longsor mengancam perumahan, rumah ibadah, sa­wah, dan jalan,” jelas Ketua Badan Musyawarah, lembaga wakil masyarakat, Nagari Pauah Sangik Syukri Nur.

Baca Juga : Denda Tak Patuh Prokes di Sumbar Capai Puluhan Juta Rupiah, Untuk Apa Ya?

Atas kejadian itu, maka dise­pakati penutupan pebukitan itu dengan memasang papan lara­ngan oleh Raimond Yazid disak­sikan Camat Akabiluru Elsiwa Fajri dan Musyawarah Pimpinan Ke­camatan. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolsek Akabiluru AKP Khai­ril Maidians, Koramil Akabiluru Kapten Inf Salim.

Menurut Raimond, lokasi pe­nam­bangan itu ilegal dan berada pada kawasan perkebunan. “Berda­sarkan UU pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dilarang penambangan tanpa izin. Jika terus dilakukan pertambangan tanpa izin diancam hukum 10 tahun penjara dan denda Rp9 miliar,” katanya.

Terpisah, Camat Akabiluru, Elsi­wa Fajri mengakui sudah me­minta kepada pemerintahan nagari, agar membuat larangan. Namun karena bisnis batu akik semakin menjanjikan, larangan itu tidak diindahkan. “Pe­nambangan dilaku­kan warga sejak dua bulan lalu. Akibatnya membahayakan pada lingkungan pemukiman warga. Karena itu, kita harus tutup, “jelas Elsiwa Fajri. (h/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]