LMK Sah Milik Pemko Padang Panjang


Ahad, 11 Januari 2015 - 18:47:28 WIB
LMK Sah Milik Pemko Padang Panjang

Sebelum diselesaikan me­lalui proses tiga tingkatan persidangan yang dimulai dari Pengadilan Negeri Padang Panjang, Pengadilan Tinggi Padang dan terakhir Mah­kamah Agung, beberapa kali percobaan mediasi atau usaha perdamaian tidak berhasil mendapatkan kata sepakat. Gugatan pertama kali didaf­tarkan oleh H. Nasir Zet Datuak Dikoto sebagai peng­gu­gat pada Pengadilan Negeri Padang Panjang, tanggal 16 Juli 2011 dengan nomor per­kara 04/Pdt.G/2011/PN.PP, dengan hasil putusan hakim menolak semua gugatan peng­gu­gat tertanggal 3 Januari 2012.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Penggugat kemudian me­lan­jutkan ke tahap banding di Pengadilan Tinggi Padang dengan nomor perkara 46/PDT/2012/PT.PDG yang ma­lah menguatkan keputusan penolakan dengan keluarnya putusan tanggal 24 Juli 2012. Terakhir, penggugat me­lan­jutkan Kasasi ke Mahkamah Agung dengan hasil tetap dito­lak dan salinan putusan per­kara Perdata/Kasasi nomor 512.K/Pdt/2013 tanggal 12 Desember 2013, diterima oleh Bagian Hukum dan HAM Setdako Padang Panjang pada tanggal 23 Desember 2014.

“Dengan keluarnya pu­tusan Mahkamah Agung terse­but, maka tanah komplek Pe­man­­dian Lubuk Mata Kucing adalah sah milik Pemerintah Kota Padang Panjang. Dalam putusannya Mahkamah Agung membenarkan keputusan Pe­nga­dilan Tinggi Padang yang tidak salah dalam menerapkan hukum dengan pertimbangan sesuai dengan bukti berupa surat-surat dan saksi-saksi penggugat yang tidak dapat membuktikan dalil gu­ga­tannya, yaitu bahwa objek sengketa adalah hak ulayat kaumnya,” papar Ewasoska.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

Lubuk Mata Kucing dilihat dari sejarahnya, sambung Ewa­soska, didirikan oleh Pe­me­rintah Belanda pada masa pen­jajahan. Pada awalnya, di­buat berbentuk bendungan yang digu­nakan untuk irigasi/pengairan sawah anak Nagari Bukit Su­rungan dan masya­rakat Silaing Bawah. Beberapa tahun kemu­dian (sekitar tahun 1918), diba­ngun kolam dekat ben­dungan irigasi tersebut yang digunakan sebagai lokasi latihan berenang militer yang akhirnya diper­sewakan untuk pemandian u­mum yang dijaga dan diurus oleh militer Belanda.

“Pada tahun 1935 penga­wasannya diserahkan dari Mili­ter Belanda kepada Peme­rintah Sipil (oneder ofdeling staad), yang kemudian sejalan dengan bubarnya oneder ofde­ling staad pada tahun 1937, pengawasannya dipindahkan ke Pasar Fonds Padang Pan­jang,” jelasnya. (h/yan/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]