Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp33 Ribu


Ahad, 11 Januari 2015 - 19:26:13 WIB
Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp33 Ribu

“Ini tentu mengejutkan, karena belum lama ini kita baru mener­tibkan harganya di pasaran, khu­susnya pedagang pengecer,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Dikatakan, sejauh ini Dispe­rindag Rohil masih menunggu keputusan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Pemprov Riau dan Pertamina. “Ka­lau untuk provinsi HET gas elpiji sudah ditetapkan dari Pusat dan sudah berjalan,” imbuhnya.

Untuk mengontrol pangkalan-pangkalan yang menjual gas elpiji, pihaknya masih terus mengupa­yakan yang terbaik, terutama untuk masyarakat Rohil. “Kalau harus mengawasi semua pedagang penge­cer di Rohil, tentu tidak mungkin karena tenaga kita terbatas. Jadi kita imbau kepada pedagang jangan berlebihan dalam menjual kepada masyarakat,” imbaunya.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Siak Ikut Naik

idak saja di Rokan Hilir, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Siak. Pasca kenaikan harga belum lama ini, saat ini gas elpiji ukuran 12 kilogram dijual pada kisaran harga Rp178 ribu per tabung. Se­dang­kan untuk ukuran 3 kilogram, harganya juga mulai naik menjadi Rp22 ribu per tabung. Sementara sebelumnya masih berkisar pada angka Rp19 ribu per tabung.

“Rp22 ribu per tabungnya, kami beli di warung,” kata Nurhadi (40) warga Marempan Hulu.

Pengakuan senada juga disam­paikan Juwarni (43). “Nyarinya gampang, tidak langka, namun harganya naik jadi Rp 22 ribu per tabung,” terangnya.

Terkait hal itu, Kadisperindag, Koperasi dan UMKM Siak, Wan Bukhori mengatakan, pihaknya masih ada kendala dalam mener­tibkan harga, karena belum ada keputusan dari Pertamina.

Kami belum mengetahui dasar kenaikan gas elpiji, belum ada surat pemberitahuan kenaikan harga. Sehingga kami tidak memiliki dasar melakukan pemantauan harga di lapangan,” ujarnya.

Ia merasa langkah Pertamina, sebagai instansi yang berwenang melakukan pengawasan terhadap penjualan gas elpiji, tidak tepat karena tidak ada koordinasi dengan pihak lain. “Ini kesulitan yang kami hadapi, Pertamina tidak pernah melakukan koordinasi,” tegasnya.

Pihaknya berjanji akan mela­kukan koordinasi dengan pangkalan gas elpiji di Kabupaten Siak, untuk memantau jika terjadi selisih harga di tiap agen. Namun untuk harga jual di tingkat pengecer, Bukhori belum bisa mem­berikan keterangan lebih lanjut, pasal­nya belum ada dasar patokan harga.

Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, masyarakat di ibukota Pangkalan Kerinci mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji tersebut. Hingga akhir pekan kemarin, harga jual gas elpiji ukuran 12 kilogram telah menembus angka Rp160 ribu. Sedangkan untuk gas elpiji ukuran 3 kilogram, berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp25 ribu.

Menurut Lutfi, salah seorang warga Pangkalan Kerinci, naiknya harga gas elpiji semakin mem­beratkan masyarakat bawah. “Sejak harga BBM naik, harga-harga kebu­tuhan pokok termasuk elpiji ikutan naik. Sepertinya tidak ada ketetapan HET yang pasti untuk elpiji ini,” keluhnya.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dispe­rindagsar), Drs Zuerman Das MM mengatakan, untuk gas elpiji ukuran 12 kilogram, tidak ada lagi penga­wasan dari pemerintah. Karena bahan bakar ukuran itu sudah tidak disubsidi lagi. (h/hr/zmi,lam, grc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]